KOMPAS.com - Untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim, menurut beberapa ilmuwan, manusia perlu mengekstrak lebih dari 10 gigaton karbon dioksida dari atmosfer setiap tahun selama puluhan tahun berikutnya.
"Namun, diperkirakan bahwa lebih dari 10 gigaton karbon dioksida harus dihilangkan dan disimpan setiap tahun sepanjang abad ke-21 untuk mengurangi dampak jangka panjang emisi gas rumah kaca antropogenik dan mengganti sumber-sumber yang diperkirakan sulit untuk didekarbonisasi," tulis studi dari Cambridge University, Inggris, dilansir dari laman Nature, Rabu (14/1/2026).
Baca juga:
Dalam studi yang terbit di jurnal npj Climate Action, salah satu solusi yang ditawarkan adalah "memindahkan" pepohonan dari hutan boreal (boreal forests), lalu "menenggelamkannya" di lautan Arktik.
Sebagai informasi, hutan boreal atau taiga biasanya ditemukan di belahan bumi utara, seperti Kanada, China, Finlandia, Jepang, Norwegia, Rusia, Swedia, dan Amerika Serikat.
Dilansir dari laman The International Boreal Forest Research Association, hutan ini biasanya ditumbuhi spesies pohon konifer, seperti pinus, spruce, dan fir, serta beberapa spesies pohon berdaun lebar, seperti poplar dan birch.
Baca juga:
Ilmuwan mengusulkan menenggelamkan pohon ke dasar Samudera Arktik untuk menekan dampak perubahan iklim.Seperti yang sudah diketahui, pohon berfungsi menangkap karbon melalui proses fotosintesis, yang mana mengubah gas menjadi kayu saat tumbuh.
Namun, ketika membusuk, mati, atau terbakar, karbon yang tersimpan di dalam pohon dilepaskan kembali ke atmosfer.
Lantas bagaimana ide tersebut direalisasikan?
Ide Ulf Büntgen dari Universitas Cambridge dan rekan-rekannya adalah menebang sebagian pepohonan di hutan boreal di Rusia, Kanada, dan Alaska, dilansir dari Phys.org.
Selanjutnya, kayu-kayu dari pepohonan tersebut akan diapungkan di sungai-sungai Arktik yang menuju laut.
Pohon yang ditebang merupakan pohon dewasa yang berisiko tinggi terhadap kebakaran hutan, serta dinilai kurang efisien menyimpan karbon dibandingkan dengan pepohonan yang lebih muda.
Setelah kayu-kayu berada di Samudera Arktik, para peneliti menyarankan untuk menenggelamkannya ke dasar laut sehingga kayu diharapkan akan terawetkan selama ribuan tahun.
Peneliti berpendapat bahwa Arktik merupakan lokasi yang cukup baik karena perairan dalam sangat dingin dan rendah oksigen. Akibatnya, bakteri dan jamur yang memakan kayu tidak dapat bertahan hidup dan dapat mencegah kayu membusuk.
Bagian terakhir dari rencana ini adalah segera menanami kembali area hutan yang telah ditebang dengan pohon-pohon baru untuk memulai kembali siklus penangkapan karbon.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya