Penulis
KOMPAS.com - Ratusan sinkhole (lubang runtuhan) muncul di Provinsi Konya, Turkiye. Kekeringan panjang dan pemakaian air tanah yang berlebihan mendorong peningkatan jumlah sinkhole dalam skala yang mengkhawatirkan.
Data Otoritas Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turkiye (AFAD) mencatat sebanyak 655 sinkhole telah muncul di provinsi tersebut.
Baca juga:
Sebagian besar lubang runtuhan itu ditemukan di lahan pertanian. Beberapa bahkan berada hanya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Konya.
"Struktur geologis Konya yang kaya dengan batu kapur membuat area ini sangat rentan," kata Kepala Dewan Insinyur Pertanian Cabang Konya, Burak Kirkgoz, dilansir dari Xinhua dan Antara, Sabtu (17/1/2026).
Dewan Insinyur Pertanian Cabang Konya melaporkan bahwa sinkhole banyak muncul di ladang jagung, gandum, dan bit gula.
Ukurannya tidak kecil, dengan lebar lubang berkisar antara enam meter hingga 30 meter, serta kedalaman mencapai 15 meter.
Lubang runtuhan ini muncul tiba-tiba. Dalam banyak kasus, tanah amblas tanpa tanda awal yang jelas. Hal ini membuat para petani hidup dalam rasa cemas saat mengolah lahan.
Kirkgoz menjelaskan bahwa sinkhole sebenarnya telah ada selama puluhan tahun. Namun, peningkatannya melonjak drastis dalam satu dekade terakhir.
"Meskipun sinkhole sudah ada selama puluhan tahun, sekitar 30 persen di antaranya terbentuk dalam satu dekade terakhir akibat curah hujan yang tidak memadai dan lemahnya pemulihan air tanah yang berkaitan dengan perubahan iklim," jelas dia.
Data dari Layanan Meteorologi Negara Turkiye menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Cekungan Konya mencatat curah hujan terendah dalam 51 tahun pada "tahun air" 2025.
Selama periode tersebut, wilayah ini hanya menerima 256 milimeter hujan, yang mana menjadi angka terendah di seluruh Turkiye.
Adapun "tahun air" merujuk pada akumulasi curah hujan dalam siklus 12 bulan yang paling penting bagi pertanian. Periode ini menentukan ketersediaan air untuk irigasi.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya