Penulis
Masalah terbesar tidak hanya datang dari langit yang kering. Penyusutan air tanah juga terjadi secara ekstrem.
Dewan Insinyur Pertanian mengungkapkan bahwa pada awal 2000-an, penurunan muka air tanah masih berada di kisaran 0,5 meter per tahun. Saat ini angkanya melonjak menjadi empat meter hingga lima meter per tahun.
Di beberapa wilayah, total penyusutan bahkan telah melampaui 50 meter.
Kondisi ini dipicu oleh ketergantungan petani terhadap air tanah untuk irigasi. Saat hujan semakin jarang, sumur menjadi satu-satunya sumber air.
Baca juga:
Masalah makin rumit karena maraknya pengeboran sumur ilegal. Kepala Pusat Penelitian dan Aplikasi Lubang Runtuhan Universitas Teknik Konya, Fetullah Arik, mengungkapkan jumlahnya sangat besar.
Wilayah Konya memiliki sekitar 40.000 sumur berizin. Namun, di luar, itu terdapat sekitar 120.000 sumur tak berizin.
Pengambilan air tanpa kendali ini mempercepat keruntuhan lapisan tanah. Rongga yang terbentuk di bawah permukaan terus membesar tanpa sempat terisi ulang oleh air hujan.
Kirkgoz memperingatkan bahwa fenomena sinkhole saat ini mulai mendekati skala bencana alam. Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah darurat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya