Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Sponsor Olimpiade Musim Dingin 2026 Diprotes, Emisi Karbon Bisa Tembus 1,3 Juta Ton

Kompas.com, 20 Januari 2026, 06:05 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Euronews

KOMPAS.com - Tiga sponsor Olimpiade Musim Dingin 2026, yang akan digelar di Italia, diprotes karena dianggap sebagai pencemar lingkungan. Kesepakatan ketiga sponsor tersebut diprediksi bakal menghasilkan 1,3 juta ton emisi karbon dioksida.

Para ilmuwan dan atlet pun membentuk aliansi menjelang ajang olahraga tersebut untuk menyoroti bagaimana kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan besar bisa meningkatkan jejak karbon

Baca juga:

"Olimpiade akan selalu menghasilkan emisi, dan mengurangi emisi tersebut harus menjadi prioritas. Namun, pengaruh terbesar Olimpiade adalah sinyal yang mereka kirimkan ke dunia," ucap atlet ski lintas alam Swedia, Björn Sandström, dilansir dari Euronews, Senin (19/1/2026).

3 sponsor Olimpiade Musim Dingin 2026 diprotes

Olimpiade Musim Dingin 2026 akan berlangsung di pegunungan yang sebagian besar berada di Dolomites, daerah yang semakin terancam oleh perubahan iklim.

Panitia penyelenggara berencana membuat 2,4 juta meter kubik salju buatan yang akan membutuhkan 948.000 meter kubik air. Sebab, suhu yang meningkat terus mencairkan wilayah tersebut.

Dalam lima tahun terakhir, Italia dilaporkan kehilangan 265 resor ski akibat kenaikan suhu.

Analisis tahun 2024 menemukan bahwa pemanasan global menghantam wilayah pegunungan, termasuk Alpen, lebih intens daripada daerah dataran rendah.

Baca juga:

Jejak karbon Olimpiade Musim Dingin 2026

Sponsor Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia diprotes karena dinilai sebagai pencemar lingkungan.Dok. Freepik/wirestock Sponsor Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia diprotes karena dinilai sebagai pencemar lingkungan.

Sebuah laporan baru berjudul Olympics Torched, yang diterbitkan oleh Scientists for Global Responsibility dan New Weather Institute, menyampaikan bahwa Olimpiade Musim Dingin 2026 akan menghasilkan sekitar 930.000 ton emisi.

Namun, jejak karbon tersebut berpotensi bertambah dengan adanya kesepakatan dengan sponsor yang dianggap sebagai pencemar lingkungan.

Para peneliti memperingatkan, hanya dari tiga kesepakatan sponsor, diperkirakan akan menghasilkan tambahan 1,3 juta ton emisi.

Angka tersebut meningkatkan total jejak karbon ajang olahraga ini hingga hampir dua setengah kali lipat.

Total dampak dari Olimpiade Musim Dingin 2026 beserta para sponsor tersebut akan menyebabkan hilangnya sekitar 5,5 kilometer persegi tutupan salju. Angka tersebut setara dengan luas wilayah lebih dari 3.000 lapangan hoki es ukuran Olimpiade.

"Bahkan tanpa tumpukan bukti ilmiah yang terus bertambah mengenai dampak pemanasan global terhadap olahraga musim dingin, sudah cukup jelas bagi siapa pun yang mengunjungi pegunungan secara langsung bahwa tutupan salju mulai menghilang dan gletser-gletser pun mencair," kata Direktur Scientists for Global Responsibility, Stuart Parkinson.

Laporan itu menunjukkan bahwa ajang olahraga ini turut berkontribusi terhadap dampak tersebut, baik secara langsung melalui emisi karbonnya maupun dengan mempromosikan para pencemar besar melalui iklan dan sponsor.

Baca juga: F1 Turunkan Jejak Karbon di Tengah Pertumbuhan Olahraga yang Pesat

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Cerita Satwa Liar yang Menemukan Ruang Hidup di Hutan Konservasi Solok Selatan
Swasta
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
LSM/Figur
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Pemerintah
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau