Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Bencana Meningkat, tapi Angka Kematian Tak Selalu Bertambah?

Kompas.com, 21 Januari 2026, 20:36 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

Banjir dan badai disebut lebih terkendali

Untuk jenis bencana lain, tren kematian justru menurun. Banjir menyebabkan 55.423 kematian pada 2015–2025, turun dari 66.043 jiwa pada dekade sebelumnya.

Kematian akibat badai juga turun tajam. Dari 184.237 jiwa, menjadi 36.652 jiwa pada periode terbaru.

Adapun sistem peringatan dini berperan besar dalam penurunan ini.

“Kami punya sistem yang bisa melindungi nyawa, tapi ancamannya tetap sangat tinggi,” kata kepala ilmuwan iklim Munich Re, Tobias Grimm. 

Namun membaca pola tahunan tetap sulit. Satu bencana besar bisa membuat satu tahun tampak jauh lebih mematikan.

Baca juga:

Dalam laporan tahunan Munich Re, jumlah korban jiwa akibat banjir, badai, kebakaran hutan, dan gempa mencapai 17.200 kematian tahun lalu, lebih tinggi dibandingkan 11.000 kematian pada tahun 2024. Lonjakan ini dipicu gempa besar di Myanmar dan Afghanistan.

Meski begitu, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata 10 tahun dan 30 tahun terakhir. Data ini juga belum memasukkan kekeringan dan gelombang panas.

Menurut Grimm, belum ada tren kematian yang benar-benar jelas. Namun, peristiwa akibat cuaca ekstrem semakin sering dan semakin intens.

Romanello menyampaikan, infrastruktur yang lebih baik memang mampu menekan angka kematian, tapi kemampuan tersebut tetap memiliki batas.

Jika bencana datang beruntun tanpa waktu pemulihan, risiko korban jiwa akan kembali meningkat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau