Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laporan NASA Ungkap Panas Ekstrem Bumi Tanpa Narasi Perubahan Iklim

Kompas.com, 15 Januari 2026, 10:13 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - NASA kembali merilis laporan tahunan tentang suhu permukaan bumi. Laporan ini mencatat bahwa suhu global pada tahun 2025 tetap berada di level sangat tinggi.

Namun, NASA tidak menyebut istilah perubahan iklim dalam pernyataan resminya, dilansir dari AFP, Kamis (15/1/2026). 

Baca juga:

NASA rilis laporan suhu bumi, tak ada perubahan iklim?

Tahun 2025 di urutan kedua tahun terpanas di dunia

Dalam laporan yang dirilis Rabu (14/1/2026) lalu, NASA menyebutkan bahwa suhu permukaan global bumi pada tahun 2025 sedikit lebih hangat dibanding tahun 2023. Selisihnya masih berada dalam batas kesalahan pengukuran.

Dengan hasil ini, 2025 secara efektif berada di posisi tahun terpanas kedua setelah tahun 2024. 

Meski demikian, NASA tidak mengaitkan pemanasan tersebut dengan aktivitas manusia. Tidak ada penjelasan tentang emisi karbon, serta tidak ada pula rujukan pada pemanasan global akibat pembakaran bahan bakar fosil.

NASA melaporkan suhu Bumi 2025 cukup panas, tanpa menyebut perubahan iklim. Simak penjelasannya.Dok. Shutterstock/Nexus 7 NASA melaporkan suhu Bumi 2025 cukup panas, tanpa menyebut perubahan iklim. Simak penjelasannya.

Sikap ini berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, saat pemerintahan Presiden Joe Biden, NASA dinilai menyampaikan pernyataan yang tegas. Laporan saat itu menyebut pemanasan global disebabkan oleh aktivitas manusia.

"Pemanasan global ini telah disebabkan oleh aktivitas manusia," ucap Biden kala itu. 

Dampak pemanasan global pun dijelaskan, seperti gelombang panas, kebakaran hutan, hujan ekstrem, dan banjir pesisir.

Perbedaan pendekatan ini muncul setelah Presiden Donald Trump kembali mendorong kebijakan yang menolak realitas pemanasan global akibat ulah manusia.

Dalam konteks ini, rilis NASA tahun 2025 menjadi sangat singkat. Dokumen tersebut hanya terdiri dari enam paragraf dan berisi poin-poin dasar serta angka kunci.

"Pernyataan resmi dan data yang tersedia secara publik menyediakan analisis resmi dari badan tersebut," tulis pernyataan dari NASA. 

Baca juga:

NASA melaporkan suhu Bumi 2025 cukup panas, tanpa menyebut perubahan iklim. Simak penjelasannya.Dok. Freepik/wirestock NASA melaporkan suhu Bumi 2025 cukup panas, tanpa menyebut perubahan iklim. Simak penjelasannya.

Berdasarkan analisis NASA, suhu rata-rata global pada 2025 berada 2,14 derajat fahrenheit atau sekitar 1,19 derajat celsius di atas rata-rata periode 1951–1980. Data ini dikumpulkan dari lebih dari 25.000 stasiun meteorologi di seluruh dunia.

NASA juga menggunakan data dari kapal laut dan pelampung pengukur suhu permukaan laut. Selain itu, data berasal dari stasiun penelitian di Antartika.

Semua data kemudian dianalisis dan dikoreksi untuk menghindari bias akibat perubahan sebaran stasiun dan efek pemanasan perkotaan.

Sementara itu, lembaga lain memberikan penilaian yang sedikit berbeda. Laporan Copernicus Climate Change Service dan Berkeley Earth menempatkan tahun 2025 sebagai tahun terpanas ketiga di dunia, setelah tahun 2024 dan 2023. 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau