Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ancaman Plastik untuk Kesehatan Diprediksi Melonjak hingga 2040

Kompas.com, 27 Januari 2026, 10:37 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Dampak plastik terhadap kesehatan akan melonjak drastis dalam beberapa tahun mendatang. Para peneliti menyampaikan bahwa dunia sedang menuju krisis kesehatan besar jika produksi, penggunaan, dan pembuangan plastik tidak segera dikendalikan.

Peringatan ini disampaikan oleh tim peneliti Inggris dan Perancis dalam studi di jurnal The Lancet Planetary Health. Mereka menilai bahwa plastik tidak hanya masalah lingkungan, tapi juga ancaman serius bagi kesehatan manusia di seluruh dunia.

Baca juga:

Ancaman tersebut muncul dari seluruh siklus hidup plastik. Mulai dari proses produksi hingga limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Penulis utama studi, Megan Deeney dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, menyampaikan, hasil penelitian ini masih jauh dari gambaran utuh. Menurutnya, dampak nyata plastik terhadap kesehatan kemungkinan jauh lebih besar.

"Ini jelas merupakan perkiraan yang jauh lebih rendah dari total dampak terhadap kesehatan manusia," ucap Deeney, dilansir dari AFP, Selasa (27/1/2026).

Ancaman plastik bagi kesehatan bakal naik drastis 

Dampak plastik lebih luas dari yang dihitung

Ancaman kesehatan akibat plastik global diperkirakan melonjak tajam hingga 2040. Studi terbaru ungkap dampak serius bagi manusia.Dok. Freepik/Freepik Ancaman kesehatan akibat plastik global diperkirakan melonjak tajam hingga 2040. Studi terbaru ungkap dampak serius bagi manusia.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mencoba mencakup berbagai jalur dampak plastik terhadap kesehatan, termasuk dengan menghitung risiko sejak tahap awal produksi. Proses ini melibatkan ekstraksi minyak dan gas bumi.

Namun, studi ini belum memasukkan dampak mikroplastik. Penelitian juga belum memperhitungkan bahan kimia dari kemasan makanan yang dapat meresap ke tubuh manusia.

Artinya, ancaman kesehatan akibat plastik yang sebenarnya bisa jauh lebih besar dari yang tercatat dalam penelitian.

Para peneliti menggunakan ukuran yang disebut DALYs atau Disability-Adjusted Life Years. Ukuran ini menggambarkan jumlah tahun hidup sehat yang hilang akibat kematian dini atau penurunan kualitas hidup karena penyakit.

Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Dalam skenario business as usual (seperti biasa) tanpa perubahan kebijakan besar, jumlah DALYs akibat plastik diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Pada tahun 2016, plastik menyebabkan sekitar 2,1 juta DALYs secara global. Angka ini diproyeksikan naik menjadi 4,5 juta DALYs pada tahun 2040.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa jutaan tahun hidup sehat manusia bisa hilang akibat plastik.

Baca juga:

Emisi gas rumah kaca jadi penyumbang terbesar

Penelitian menyebut sumber dampak kesehatan terbesar berasal dari emisi gas rumah kaca. Emisi ini muncul selama produksi plastik.

Setelah itu, dampak terbesar berikutnya datang dari polusi udara dan paparan bahan kimia beracun.

Dengan kata lain, plastik berkontribusi langsung pada pemanasan global. Dampaknya kemudian kembali menghantam kesehatan manusia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
LSM/Figur
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
LSM/Figur
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau