Penulis
Deeney memberi contoh sederhana lewat perjalanan sebuah botol air plastik.
Lebih dari 90 persen plastik di dunia berasal dari minyak dan gas. Botol plastik dibuat dari bahan bernama polyethylene terephthalate atau PET.
Proses produksinya melibatkan banyak reaksi kimia. Di Amerika Serikat, misalnya, terdapat lebih dari 200 pabrik petrokimia yang berperan dalam produksi plastik.
Daerah ini berada di negara bagian Louisiana, yang bahkan dikenal dengan sebutan “cancer alley” karena tingginya risiko kesehatan bagi warga sekitar.
Setelah diproduksi, botol plastik dikirim ke berbagai negara. Botol itu kemudian dibeli, lalu dibuang setelah digunakan.
Sebagian dari botol bekas tersebut menjadi sampah, sedangkan sebagian lagi tercecer di lingkungan.
Meski ada upaya daur ulang, sebagian besar plastik tetap berakhir di tempat pembuangan akhir. Di tempat tersebut, plastik dapat bertahan selama ratusan tahun.
Selama proses tersebut, plastik bisa melepaskan bahan kimia ke lingkungan.
Baca juga:
Dalam pemodelan lain, para peneliti mencoba melihat skenario dunia yang berusaha mengurangi dampak kesehatan plastik.
Hasilnya, upaya daur ulang ternyata hanya memberi dampak kecil terhadap penurunan risiko kesehatan. Cara paling efektif justru adalah mengurangi produksi plastik sejak awal, terutama plastik yang dinilai tidak perlu.
Menurut Deeney, mengurangi plastik yang tidak penting jauh lebih berdampak dibanding hanya mengandalkan daur ulang.
Upaya membentuk perjanjian global pertama untuk melawan polusi plastik sempat dilakukan, tapi pembicaraan tersebut gagal pada Agustus lalu. Penolakan pun datang dari negara-negara penghasil minyak.
Meski begitu, Deeney menekankan bahwa negara tetap bisa bertindak secara nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai krisis kesehatan masyarakat global.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya