Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Avtur Berkelanjutan Diprediksi Melonjak, Pertumbuhan SAF Global Capai 64 Persen per Tahun

Kompas.com, 31 Januari 2026, 19:21 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Pasar bahan bakar pesawat berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel atau SAF) global diprediksi mengalami lonjakan selama dekade berikutnya, menurut laporan perusahaan riset pasar global, Stratview Research.

Pasar SAF diperkirakan akan berkembang dari estimasi sebesar 1,40 miliar dollar Amerika Serikat (AS, sekitar Rp 23,4 triliun) pada tahun 2024 menjadi 74,20 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.244,5 triliun) pada tahun 2032.

Baca juga:

Estimasi tersebut menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) yang kuat sebesar 64,2 persen antara tahun 2025 dan 2032.

"Pendorong pertumbuhan utama adalah meningkatnya komitmen global terhadap dekarbonisasi penerbangan," tulis keterangan dari Stratview Research, dilansir Sabtu (31/1/2026).

Komitmen tersebut disebabkan oleh target pengurangan emisi yang ketat, serta janji net zero oleh badan pengatur dan maskapai penerbangan. Adopsi SAF juga dinilai sebagai solsui utama untuk mengurangi emisi karbon dari perjalanan udara. 

Baca juga:

Avtur berkelanjutan diprediksi alami pertumbuhan

Pasar Sustainable Aviation Fuel (SAF) global diproyeksikan melonjak dari 1,4 miliar dollar AS pada 2024 menjadi 74,2 miliar dollar AS pada 2032.UNSPLASH/HANS DORRIES Pasar Sustainable Aviation Fuel (SAF) global diproyeksikan melonjak dari 1,4 miliar dollar AS pada 2024 menjadi 74,2 miliar dollar AS pada 2032.

SAF diproduksi dari bahan baku terbarukan dan berbasis limbah seperti minyak goreng bekas dan residu pertanian.

Bahan bakar ini dapat secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca sepanjang siklus hidupnya, sembari tetap kompatibel dengan mesin pesawat dan infrastruktur pengisian bahan bakar bandara yang ada.

Sektor penerbangan menghadapi tekanan yang meningkat untuk mengurangi emisi sehingga SAF semakin dipandang sebagai solusi jangka pendek yang paling layak, dikutip dari Know ESG.

Baca juga:

Pemicu pertumbuhan SAF

Pasar Sustainable Aviation Fuel (SAF) global diproyeksikan melonjak dari 1,4 miliar dollar AS pada 2024 menjadi 74,2 miliar dollar AS pada 2032.Pexels/Ahmed Muntasir Pasar Sustainable Aviation Fuel (SAF) global diproyeksikan melonjak dari 1,4 miliar dollar AS pada 2024 menjadi 74,2 miliar dollar AS pada 2032.

Laporan ini juga menyajikan rincian pasar yang mendalam berdasarkan jenis bahan bakar, teknologi, jenis pesawat, platform, dan wilayah.

Di antara jenis-jenis bahan bakar, biofuel saat ini mendominasi pasar karena kematangan teknologinya, ketersediaan bahan baku yang luas, dan sertifikasi yang telah mapan untuk penerbangan komersial.

Sektor ini juga merupakan segmen dengan pertumbuhan tercepat, didukung oleh mandat pemerintah dan meningkatnya investasi pada fasilitas SAF berbasis hayati.

Dalam hal teknologi, HEFA-SPK tetap menjadi metode utama, diuntungkan oleh produksi skala komersial dan persetujuan regulasi.

Hydroprocessed Esters and Fatty Acids ((HEFA-SPK) merupakan metode "standar emas" untuk mengolah minyak nabati, lemak hewan, atau minyak goreng bekas menjadi bahan bakar pesawat. Metode ini mendominasi karena mesinnya sudah ada dan pabrik-pabrik besar sudah beroperasi secara komersial.

Namun, teknologi pembuatan SAF bernama FT-SPK diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tercepat, didorong oleh kemampuannya untuk menggunakan berbagai jenis bahan baku dan potensinya untuk pengurangan biaya melalui inovasi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pemerintah
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
Swasta
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau