Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DLH DKI Jelaskan Alasan Lokasi RDF Rorotan, Bantu Kurangi Beban TPST Bantargebang

Kompas.com, 4 Februari 2026, 19:20 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Fasilitas refuse derived fuel (RDF Rorotan) di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dibangung untuk mengurangi ketergantungan dan beban pada fasilitas pengolahan sampah terpadu (TPST), khususnya TPST Bantargebang di Jawa Barat.

RDF Pant Rorotan atau RDF Rorotan mulai beroperasi sejak akhir Desember 2025, dengan kapasitas terbatas dan pengoperasian secara bertahap.

Baca juga:

Peningkatan kapasitas pengelolaan sampah di RDF Rorotan dilaukan secara bertahap, mulai dari 200 ton per hari, naik menjadi 400-600 ton per hari. Lalu, direncanakan naik secara gradual hingga 1.000 ton per hari.

RDF Rorotan bantu ringankan beban TPST Bantargebang

DLH DKI menyebut RDF Rorotan berada di zona penyangga sawah, TPU, dan BKT. Jarak ke permukiman diklaim jauh, tapi bau masih dikeluhkan.Dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta DLH DKI menyebut RDF Rorotan berada di zona penyangga sawah, TPU, dan BKT. Jarak ke permukiman diklaim jauh, tapi bau masih dikeluhkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan, alasan pembangunan RDF paling ideal di Kelurahan Rorotan. Salah satunya karena ada zona penyangga (buffer zone) alami berupa sawah abadi, area pemakaman, serta aliran banjir kanal timur (BKT).

Selain itu, akses logistiknya memadai untuk mendukung operasional pengangkutan sampah skala kota secara efisien dan terkontrol. Tak hanya itu, lokasinya berjarak dari permukiman, yang meminimalisasi potensi dampak terhadap aktivitas warga sehari-hari.

Fasilitas RDF tersebut berada di lahan seluas 7,87 hektar, dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai off-taker-nya. Fasilitas pengelolaan sampah itu berkapasitas 2.500 ton per hari dan menghasilkan RDF minimum 875 ton per hari.

"Kami membangun RDF di Rorotan memang di lahan milik Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta. Itu sebenarnya lahan untuk permakaman (korban) Covid-19. Lokasinya memang kanan-kiri depan belakangnya itu sawah. Tadinya, dipikir relatif aman karena sudah di ujung perbatasan juga, ternyata begitulah kondisinya," ujar Asep kepada Kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Dalam pengangkutan dari tempat pembuangan sampah (TPS) menuju RDF Plant Rorotan, DLH DKI Jakarta menggunakan truk compactor tertutup untuk mencegah kebauan dan ceceran air lindi sepanjang jalur distribusi.

DLH DKI Jakarta telah menyelesaikan pengadaan 51 unit truk compactor baru ini untuk mendukung sistem pengangkutan sampah yang meminimalisasi kebauan, ceceran sampah, dan tetesan air lindi.

Baca juga:

Jarak RDF Rorotan dengan permukiman

Jarak terdekat dengan fasilitas RDF dari sisi barat adalah Cluster Shinano, perumahan Jakarta Garden City (JGC), yang jaraknya sekitar 800 meter.

Dari sisi timur, fasilitas RDF berbatasan langsung dengan sawah dan jarak ke permukiman sekitar satu kilometer.

Dari sisi selatan, fasilitas RDF berdekatan dengan BKT, sebelum akhirnya RW 08 Kelurahan Rorotan. Bergeser agak jauh sedikit, kampung Karang Tengah, Kabupaten Bekasi.

Dari sisi utara, fasilitas RDF berbatasan dengan tempat pemakaman umum (TPU) untuk korban Covid-19.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau