Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Pemprov DKI Jakarta Bangun RDF Rorotan?

Kompas.com, 3 Februari 2026, 20:16 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Membicarakan refuse derived duel atau RDF Rorotan, Jakarta Utara, belum lengkap bila tanpa membahas RDF Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Fasilitas tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) untuk diubah menjadi bahan bakar alternatif RDF di Bantargebang dibangun tahun 2020.

Baca juga:

Pembangunan fasilitas RDF di Bantargebang untuk mengatasi permasalahan sampah yang sangat mendesak. Apalagi pembangunan instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) tak kunjung terealisiasi.

"Kalau menunggu PSEL kelamaan, sementara sampah itu masalah nyata di depan mata, yang setiap hari selalu ada. Kalau pun akan terbangun, PSEL baru akan bisa kami manfaatkan tiga tahun kemudian. Makanya, kami melakukan kajian dengan ITB waktu itu, ahirnya tercetuslah untuk membangun RDF ini," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di kantor Kompas.com, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Mengapa Pemprov DKI Jakarta membangun RDF Rorotan?

Tumpukan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menghijau. Pemprov DKI Jakarta jelaskan latar belakang RDF Rorotan, berkaca dari keberhasilan RDF Bantargebang sebagai solusi krisis sampah.KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Tumpukan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menghijau. Pemprov DKI Jakarta jelaskan latar belakang RDF Rorotan, berkaca dari keberhasilan RDF Bantargebang sebagai solusi krisis sampah.

Mulanya, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan uji coba dengan menambang sampah lama dan memasukkan sekitar 100 ton ke fasilitas RDF. Hasilnya, bisa memproduksi RDF yang lumayan berkualitas.

Setelah uji coba mengelola 150 ton sampah lama berhasil, Pemprov DKI Jakarta membangun fasilitas RDF di Bantargebang .

RDF merupakan hasil olahan sampah perkotaan, terdiri atas campuran materi combustible yang homogen. Proses pengolahan sampah menjadi RDF dimulai dengan pemilahan materi combustible, seperti plastik, kertas, dan sampah mudah terbakar lainnya.

Untuk materi incombustible, seperti batu, beling, logam, keramik, limbah B3, dan residu, disisihkan. Kemudian, dilakukan pencacahan dan pengeringan.

Parameter kualitas RDF meliputi nilai kalor lebih dari 3.000 kKal/kg, kadar air di bawah 20 persen, dan ukurannya maksimal lima sentimeter (cm).

RDF dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara atau energi fosil lainnya, terutama pada industri semen.

"Persyaratannya memang diharapkan atau (sesuai yang) diinginkan secara kualitas oleh pabrik semen itu," tutur Asep.

Baca juga:

Manfaat pengelolaan sampah menjadi RDF

Pemprov DKI Jakarta jelaskan latar belakang RDF Rorotan, berkaca dari keberhasilan RDF Bantargebang sebagai solusi krisis sampah.Dok.DLH DKI JAKARTA Pemprov DKI Jakarta jelaskan latar belakang RDF Rorotan, berkaca dari keberhasilan RDF Bantargebang sebagai solusi krisis sampah.

Terdapat lima manfaat pengelolaan sampah menjadi RDF. Pertama, mengatasi permasalahan sampah perkotaan dengan biaya relatif terjangkau.

Kedua, menghasilkan sumber daya atau materi bernilai ekonomis berupa bahan bakar alternatif.

Selanjutnya, ketiga, mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) dari proses penimbunan sampah organik pada landfill di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Dan, keempat, mengurangi emisi CO2 dari proses pembakaran bahan bakar fosil.

Kelima, mendatangkan pemasukan bagi pemerintah daerah melalui penjualan RDF ke off-taker, dengan estimasi harga jual RDF minimal 24 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 402.580) per ton.

Dari aspek keekonomian, pembangunan fasilitas RDF lebih layak daripada PSEL.

"(Setelah dihitung), jadi kebayang beban APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang harus dikeluarkan (jika harus) membangun PSEL di tahun 2019-an, sehingga waktu melihat kami sudah membangun RDF di Bantargebang maka Pak Heru (Budi Hartono, Plt Gubernur DKI Jakarta) minta tolong bangun satu lagi. Nah, ini yang menginisiasi kami membangun RDF di Rorotan," jelas Asep.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau