Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masuk Pasar Indonesia, Findev Canada Investasi Rp 504 Miliar ke IIF

Kompas.com, 13 Februari 2026, 09:46 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - FinDev Canada, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral asal Kanada, menyalurkan pinjaman sebesar 30 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 504,4 miliar kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Melalui penadantanganan pinjaman dalam acara Canada-in-Asia Conference (CIAC) di Singapura, dari Selasa (10/2/2026) sampai Rabu (12/2/2026), FinDev Canada secara resmi memasuki pasar Indonesia, menandai investasi pertamanya di Tanah Air.

Baca juga:

“Indonesia, sebagai pasar ekspor terbesar Kanada di kawasan ASEAN, merupakan peluang strategis bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan kami dengan Indonesia Infrastructure Finance, salah satu pelaku utama infrastruktur berkelanjutan, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” kata Vice President dan Chief Investment Officer FinDev Canada, Paulo Martelli dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).

Sementara itu, Presiden Direktur atau CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan lewat kerja sama tersebut.

"Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan berharap dapat terus memperdalam kolaborasi ini guna menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata," tutur Rizki.

Baca juga:

FinDev Canada salurkan pinjaman Rp 504 miliar ke IIF

Memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia

Pinjaman FinDev Canada kepada PT IIF bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia.KOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Pinjaman FinDev Canada kepada PT IIF bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Pinjaman FinDev Canada bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan.

Fasilitas pinjaman tersebut akan memperluas akses pembiayaan bagi proyek-proyek energi terbarukan yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi krisis iklim. Termasuk, menguatkan kapasitas dan ketahanan infrastruktur di Indonesia.

Indonesia saat ini berada dalam proses transisi untuk menyeimbangkan peningkatan kebutuhan energi dengan target iklim nasional. Indonesia telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 31 persen tahun 2050 sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.

Peningkatan berbagai risiko iklim juga terjadi di Indonesia, seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan air laut.

Indonesia menanggapinya dengan mendiversifikasi bauran energi dan mencapai target net-zero emission tahun 2060. Hal tersebut menekankan pentingnya investasi pada infrastruktur rendah karbon dan tangguh terhadap krisis iklim.

IIF berperan strategis dalam pengembangan sektor infrastruktur Indonesia melalui layanan pembiayaan dan advisory.

Dengan memanfaatkan keahlian dan pemahaman mendalam terhadap kondisi domestik, IIF melanjutkan nota kesepahaman yang telah ditandatanganinya dengan FinDev Canada pada 2025 lalu.

Kerja sama ini turut memperkuat agenda bilateral antara Kanada dan Indonesia melalui dukungan terhadap proyek-proyek infrastruktur prioritas. 

Hal itu mengingat proyek-proyek infrastruktur prioritas tersebut dapat mendorong perdagangan, menciptakan peluang ekonomi, serta memajukan pembangunan berkelanjutan.

Diketahui, acara CIAC yang digelar Asia Pacific Foundation of Canada menghadirkan lebih dari 700 pembuat kebijakan senior, pemimpin bisnis, investor, serta sejumlah pakar dari Kanada dan wilayah Asia Pasifik.

Mendukung transisi energi di Indonesia

Pinjaman FinDev Canada kepada PT IIF bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia.iStockphoto/fudfoto Pinjaman FinDev Canada kepada PT IIF bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Fasilitas pinjaman dari FinDev Canada disebut akan memperkuat kapasitas IIF dalam mendukung transisi energi Indonesia dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap krisis iklim.

Melalui kemitraan dengan FinDev Canada, IIF bisa memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan sesuai agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia.

Selama 16 tahun, IIF telah menjalankan mandat sebagai katalis utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Baca juga:

Melalui pembiayaan berbagai infrastruktur strategis di beragam sektor, IIF berkontribusi terhadap terhadap peningkatan keberlanjutan dan konektivitas nasional.

IIF mendukung pengembangan energi terbarukan dengan kapasitas sekitar 709,9 MW yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga, sekaligus berpotensi mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi karbon dioksida per tahun. IIF juga memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat.

Sebagai informasi, IIF merupakan lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi. IIF berfokus pada proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pulau Tropis Diintai Risiko Panas Lembap Berbahaya
Pulau Tropis Diintai Risiko Panas Lembap Berbahaya
Pemerintah
CEO KG: Jurnalisme Solusi dan Isu Keberlanjutan Jadi Peluang Baru di Tengah Tren 'News Avoidance'
CEO KG: Jurnalisme Solusi dan Isu Keberlanjutan Jadi Peluang Baru di Tengah Tren "News Avoidance"
LSM/Figur
BRIN Kembangkan Katalis Baru untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Bioavtur
BRIN Kembangkan Katalis Baru untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Bioavtur
LSM/Figur
Permintaan Listrik Dunia Naik, IEA Proyeksikan Emisi Karbon Naik 1 Persen pada 2026
Permintaan Listrik Dunia Naik, IEA Proyeksikan Emisi Karbon Naik 1 Persen pada 2026
Pemerintah
Survei: 92 Persen CFO Hadapi Tekanan untuk Buktikan Nilai Ekonomis AI
Survei: 92 Persen CFO Hadapi Tekanan untuk Buktikan Nilai Ekonomis AI
Pemerintah
Peta Global Ungkap Beban Berat Hutan dan Biodiversitas Akibat Tambang
Peta Global Ungkap Beban Berat Hutan dan Biodiversitas Akibat Tambang
Pemerintah
Konflik Timur Tengah Dongkrak Pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Global
Konflik Timur Tengah Dongkrak Pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Global
Pemerintah
Pasar EV Eropa Melesat, Penjualan Naik 40,5 Persen di Semester Pertama 2026
Pasar EV Eropa Melesat, Penjualan Naik 40,5 Persen di Semester Pertama 2026
Pemerintah
KLH Finalisasi Aturan Pembagian Keuntungan dari Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
KLH Finalisasi Aturan Pembagian Keuntungan dari Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
Pemerintah
Menteri LH: Bisnis Karbon Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Menteri LH: Bisnis Karbon Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemerintah
Satelit Bisa Deteksi Metana Secara Real-Time, Tapi Dibiarkan Tanpa Penanganan
Satelit Bisa Deteksi Metana Secara Real-Time, Tapi Dibiarkan Tanpa Penanganan
Pemerintah
PWYP: Putusan MK soal Jalur Prioritas Izin Tambang Belum Selesaikan Persoalan Tata Kelola
PWYP: Putusan MK soal Jalur Prioritas Izin Tambang Belum Selesaikan Persoalan Tata Kelola
LSM/Figur
Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi
Ini Upaya Pertamina Membangun Desa Mandiri Energi
BUMN
FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol
FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol
Swasta
PT Astra International Tbk Hadir dalam Sesi Bincang Inspiratif Lestari Summit 2026
PT Astra International Tbk Hadir dalam Sesi Bincang Inspiratif Lestari Summit 2026
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau