Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produktivitas Kelapa Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia, Mengapa?

Kompas.com, 11 Februari 2026, 14:08 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Produktivitas perkebunan di Indonesia untuk menghasilkan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) disebut cenderung lebih rendah dibanding Malaysia.

"Nah, harapan kami produktivitas sawit kita ini akan semakin meningkat. Saat ini memang kita masih di bawah Malaysia ya dari sisi produktivitas, tapi dari sisi luas lahan, dari sisi jumlah hasil produksinya memang Indonesia adalah yang terbesar di dunia," ujar Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim dalam media briefing Sawit Indonesia; Jalan di Tempat atau Terus Maju ke Depan di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Baca juga:

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPBD), produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia tahun 2025 sebesar 3,61 metrik ton per hektar per tahun.

Sementara itu, produktivitas perkebunan kelapa sawit di Malaysia mencapai 4,02 metrik ton per hektar per tahun.

Tahun 2024, produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia sebesar 3,53 metrik ton per hektar per tahun. Namun, produktivitas perkebunan kelapa sawit di Malaysia mencapai 3,82 metrik ton per hektar per tahun.

Kemudian, produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia tahun 2023 sebesar 3,63 metrik ton per hektar per tahun. Jumlahnya juga masih kalah dengan produktivitas perkebunan kelapa sawit di Malaysia dengan 3,68 metrik ton per hektar per tahun.

Padahal, dari aspek produksi dan luas lahan dari tanaman telah menghasilkan, Indonesia disebut unggul jauh dari Malaysia.

Misalnya, produksi kelapa sawit di Indonesia tahun 2025 mencapai 46,55 juta metrik ton, dengan total luasan lahan 12,90 juta hektar. Di sisi lain, produksi kelapa sawit di Malaysia mencapai 20,28 juta metrik ton, dengan total luasan lahan 5,04 juta hektar.

Baca juga:

Produktivitas kelapa sawit Indonesia kalah dari Malaysia 

Tantangan perlu ditanggapi sebagai peluang dan refleksi

Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim (tengah) dan Direktur Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung (kanan), dalam media briefing Sawit Indonesia; Jalan di Tempat atau Terus Maju ke Depan di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).KOMPAS.com/Manda Firmansyah Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim (tengah) dan Direktur Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung (kanan), dalam media briefing Sawit Indonesia; Jalan di Tempat atau Terus Maju ke Depan di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Menurut Zaid, tantangan peningkatan produktivitas perlu ditanggapi sebagai peluang dan refleksi untuk penguatan tata kelola industri kelapa sawit di Indonesia.

Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, data periode tahun 1995-2024 menunjukkan, perluasan lahan untuk perkebunan kelapa sawit tidak sepenuhnya mendukung kenaikan produksi CPO.

Dengan luasan lahan yang lebih tinggi daripada Malaysia, Indonesia semestinya masih berpotensi meningkatkan produktivitasnya.

BPDP hanya berperan mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat, dengan luas lahan 42 persen pada 2024. Sisanya, 54 persen perkebunan kelapa sawit swasta dan empat persen milik negara.

Namun, produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat tahun 2024 hanya 2,5 ton CPO per hektar.

Sementara itu, produktivitas perkebunan kelapa sawit swasta sebesar 3,3 ton CPO per hektar dan yang milik negara 4,0 ton CPO per hektar.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
6 Perusahaan Indonesia Sabet Penghargaan Emas ESG Tingkat Asia
Swasta
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
40 Perusahaan Malaysia, Indonesia, dan Filipina Raih 52 Penghargaan ESG Asia 2026
Swasta
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
Karhutla Ancam Penghidupan dan Pendidikan di Kalimantan
LSM/Figur
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Ketika China Menjadi Ruang Belajar bagi Siswa
Swasta
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Aksi Pengurangan Penuh Metana Bisa Tekan Emisi, Namun Gagal Capai Target 2030
Pemerintah
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
Ekspor Indonesia Terancam CBAM dan EUDR, Sistem MRV Emisi Perlu Diperkuat
LSM/Figur
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
Arak Monster Godzilla, Koalisi Orang Muda Serukan Keadilan Iklim Antargenerasi
LSM/Figur
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
Cegah Pembukaan Lahan dengan Dibakar, Koperasi Sawit di Kaltim Sewa Alat Berat
LSM/Figur
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
Sertifikasi Sawit Berkelanjutan Perlu Pertimbangkan Satwa yang Ada
LSM/Figur
Restorasi Ekosistem Global Lambat, PBB Ungkap Baru Mencapai 25 Persen
Restorasi Ekosistem Global Lambat, PBB Ungkap Baru Mencapai 25 Persen
Pemerintah
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Riset Ungkap Mahasiswa Alami Kecemasan Akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Ditopang PLTS Atap Industri, Bauran EBT di Jawa Barat Capai 23,58 Persen
Pemerintah
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
Lele Jadi Sumber Protein Terjangkau, Peternak Madura Kembangkan Metode Panen 45 Hari
LSM/Figur
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Alarm Kesehatan, Kasus Kanker Serviks Global Diprediksi Terus Meningkat
Pemerintah
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
Kelompok Disabilitas di Pedalaman Kalimantan Pakai Dana Karbon untuk Budi Daya Ikan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau