Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Indonesia Sulit Diprediksi, Apa PLTS Atap di Mall Masih Efektif?

Kompas.com, 12 Februari 2026, 08:37 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com - Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap tentu dipengaruhi cuaca yang semakin sulit diprediksi akibat krisis iklim. Mendung atau hujan bisa mengurangi daya serap cahaya matahari dari PLTS atap, yang berdampak pada produksi listrik.

Kendati demikian, hujan tidak sepenuhnya buruk bagi pusat perbelanjaan yang memasang PLTS atap.

Baca juga:

"Jadi, memang satu kendala, salah satunya tentu cahaya tidak dapat terserap dengan maksimal. Nah, tetapi positifnya hujan ini sebenarnya dibersihkan secara gratis oleh alam," ujar Vice President Operations, Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy di Kota Bekasi, Rabu (11/2/2026).

Menurut Philip, model PLTS atap yang dipasang ke gedung pusat perbelanjaan di Indonesia sudah mengantisipasi musim hujan dan kemarau.

PLTS di mall masih relevan saat mendung dan hujan

Terbaru, sebagai pusat perbelanjaan keluarga dengan beragam tenant gaya hidup dan Food & Beverage (F&B), HI Avenue, ikut memasang PLTS atap.

Dengan kapasitas terpasang 1.015,04 kWp, HI Avenue menjadi salah satu pusat perbelanjaan dengan instalasi PLTS atap terbesar di Kota Bekasi.

PLTS atap di HI Avenue diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 1,3 juta kWh energi bersih per tahun, dengan penurunan emisi karbon dioksida (CO2) sekitar 1,2 juta kilogram per tahun, atau setara dengan penyerapan emisi karbon oleh lebih dari 15.000 pohon.

Secara keseluruhan, terdapat 1.824 panel surya yang terpasang di area sekitar 6.870 meter persegi.

Estimasi produksi harian PLTS atap di HI Avenue sebesar 3.700 kWh atau sekitar 26 persen dari total pasokan listrik.

Baca juga:

Bagian dari strategi jangka panjang

Direktur Utama PT Pro Alpine Utama, Stepvensen (kanan), Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto (tengah), serta Vice President Operations Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy dalam peresmian PLTS atap di pusat perbelanjaan HI Avenue di Kota Bekasi, pada Rabu (11/2/2026).Kompas.com/Manda Firmansyah Direktur Utama PT Pro Alpine Utama, Stepvensen (kanan), Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto (tengah), serta Vice President Operations Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy dalam peresmian PLTS atap di pusat perbelanjaan HI Avenue di Kota Bekasi, pada Rabu (11/2/2026).

Direktur Utama, PT Pro Alpine Utama, Stepvensen berharap bisa merasakan dampak positif dari PLTS atap tersebut. 

"(Sudah ada dampak positif yang dirasakan?) Hari ini memang karena memang kami start-nya dimulai dengan cuaca (yang sering) hujan. Maka, kami masih agak kurang merasakan (dampak positif dari PLTS atap ini). Kami berharap segera bisa merasakan (dampak positif dari PLTS atap ini)," tutur Stepvensen.

Kata dia, pemasangan PLTS atap ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengelola gedung perbelanjaan secara lebih bertanggung jawab.

Pemasangan PLTS atap tersebut juga bagian dari upaya mendukung transisi energi di Indonesia.

"Pastinya setiap teknologi punya plus dan minusnya, tetapi saat ini, teknologi yang kami pakai bertujuan untuk green building. Walaupun kapasitasnya tidak terbesar, tetapi kami berharap bisa berkontribusi, terutama untuk Kota Bekasi," ucap Stepvensen.

Baca juga:

Pemasangan PLTS atap di HI Avenue terdiri dari tiga komponen utama yang mendukung kinerja sistem secara menyeluruh. Pertama, PV Module (panel surya) yang berfungsi menangkap energi matahari dan menghasilkan listrik arus searah (DC).

Kedua, Solar Inverter mengonversi DC menjadi listrik arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan untuk operasional pusat perbelanjaan.

Ketiga, Zero Export System untuk memastikan energi surya dimanfaatkan langsung di dalam mal dan tidak mengalir kembali ke jaringan PLN sehingga turut mendukung stabilitas jaringan.

Seluruh performa sistem dipantau secara real-time melalui power meter dan sistem monitoring terpusat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Data Satelit Ungkap Luasnya Jelajah Paus Biru Kerdil di Perairan Indonesia
Data Satelit Ungkap Luasnya Jelajah Paus Biru Kerdil di Perairan Indonesia
LSM/Figur
Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Warga Diminta Jangan Gunakan Airnya
Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Warga Diminta Jangan Gunakan Airnya
Pemerintah
Cuaca Indonesia Sulit Diprediksi, Apa PLTS Atap di Mall Masih Efektif?
Cuaca Indonesia Sulit Diprediksi, Apa PLTS Atap di Mall Masih Efektif?
Swasta
Proyek Energi Surya dan Angin Melambat Tahun 2025
Proyek Energi Surya dan Angin Melambat Tahun 2025
LSM/Figur
6 Perusahaan Komitmen Kelola Bentang Wehea-Kelay Kaltim Secara Berkelanjutan
6 Perusahaan Komitmen Kelola Bentang Wehea-Kelay Kaltim Secara Berkelanjutan
LSM/Figur
 IPBES: Baru 1 Persen Perusahaan yang Ungkap Dampak Lingkungan
IPBES: Baru 1 Persen Perusahaan yang Ungkap Dampak Lingkungan
Pemerintah
PeHa Pembersih Sepatu, UMKM Asal Medan yang Jangkau Seluruh Indonesia
PeHa Pembersih Sepatu, UMKM Asal Medan yang Jangkau Seluruh Indonesia
LSM/Figur
Wujudkan 'Green Mining', PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate
Wujudkan "Green Mining", PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate
BUMN
Harga Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Perlu Dibedakan
Harga Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Perlu Dibedakan
Swasta
Rahasia Sutra Laba-Laba Terungkap, Lebih Kuat dari Baja dan Kevlar
Rahasia Sutra Laba-Laba Terungkap, Lebih Kuat dari Baja dan Kevlar
LSM/Figur
CEO yang Pernah Alami Bencana Disebut Lebih Peduli Keselamatan Kerja
CEO yang Pernah Alami Bencana Disebut Lebih Peduli Keselamatan Kerja
LSM/Figur
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Sungai Cisadane hingga 22 Km, KLH Ambil Sampel Air
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Sungai Cisadane hingga 22 Km, KLH Ambil Sampel Air
Pemerintah
Dampak Polusi Suara pada Burung, Ganggu Reproduksi dan Tingkatkan Stres
Dampak Polusi Suara pada Burung, Ganggu Reproduksi dan Tingkatkan Stres
LSM/Figur
200 UMKM Jajakan Produk untuk Dipasarkan di Ritel lewat Meet The Market
200 UMKM Jajakan Produk untuk Dipasarkan di Ritel lewat Meet The Market
Pemerintah
Lantai Berkelanjutan Jadi Strategi Hotel Capai Target ESG
Lantai Berkelanjutan Jadi Strategi Hotel Capai Target ESG
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau