BEKASI, KOMPAS.com - Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap tentu dipengaruhi cuaca yang semakin sulit diprediksi akibat krisis iklim. Mendung atau hujan bisa mengurangi daya serap cahaya matahari dari PLTS atap, yang berdampak pada produksi listrik.
Kendati demikian, hujan tidak sepenuhnya buruk bagi pusat perbelanjaan yang memasang PLTS atap.
Baca juga:
"Jadi, memang satu kendala, salah satunya tentu cahaya tidak dapat terserap dengan maksimal. Nah, tetapi positifnya hujan ini sebenarnya dibersihkan secara gratis oleh alam," ujar Vice President Operations, Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy di Kota Bekasi, Rabu (11/2/2026).
Menurut Philip, model PLTS atap yang dipasang ke gedung pusat perbelanjaan di Indonesia sudah mengantisipasi musim hujan dan kemarau.
Terbaru, sebagai pusat perbelanjaan keluarga dengan beragam tenant gaya hidup dan Food & Beverage (F&B), HI Avenue, ikut memasang PLTS atap.
Dengan kapasitas terpasang 1.015,04 kWp, HI Avenue menjadi salah satu pusat perbelanjaan dengan instalasi PLTS atap terbesar di Kota Bekasi.
PLTS atap di HI Avenue diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 1,3 juta kWh energi bersih per tahun, dengan penurunan emisi karbon dioksida (CO2) sekitar 1,2 juta kilogram per tahun, atau setara dengan penyerapan emisi karbon oleh lebih dari 15.000 pohon.
Secara keseluruhan, terdapat 1.824 panel surya yang terpasang di area sekitar 6.870 meter persegi.
Estimasi produksi harian PLTS atap di HI Avenue sebesar 3.700 kWh atau sekitar 26 persen dari total pasokan listrik.
Baca juga:
Direktur Utama PT Pro Alpine Utama, Stepvensen (kanan), Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto (tengah), serta Vice President Operations Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy dalam peresmian PLTS atap di pusat perbelanjaan HI Avenue di Kota Bekasi, pada Rabu (11/2/2026).Direktur Utama, PT Pro Alpine Utama, Stepvensen berharap bisa merasakan dampak positif dari PLTS atap tersebut.
"(Sudah ada dampak positif yang dirasakan?) Hari ini memang karena memang kami start-nya dimulai dengan cuaca (yang sering) hujan. Maka, kami masih agak kurang merasakan (dampak positif dari PLTS atap ini). Kami berharap segera bisa merasakan (dampak positif dari PLTS atap ini)," tutur Stepvensen.
Kata dia, pemasangan PLTS atap ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengelola gedung perbelanjaan secara lebih bertanggung jawab.
Pemasangan PLTS atap tersebut juga bagian dari upaya mendukung transisi energi di Indonesia.
"Pastinya setiap teknologi punya plus dan minusnya, tetapi saat ini, teknologi yang kami pakai bertujuan untuk green building. Walaupun kapasitasnya tidak terbesar, tetapi kami berharap bisa berkontribusi, terutama untuk Kota Bekasi," ucap Stepvensen.
Baca juga:
Pemasangan PLTS atap di HI Avenue terdiri dari tiga komponen utama yang mendukung kinerja sistem secara menyeluruh. Pertama, PV Module (panel surya) yang berfungsi menangkap energi matahari dan menghasilkan listrik arus searah (DC).
Kedua, Solar Inverter mengonversi DC menjadi listrik arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan untuk operasional pusat perbelanjaan.
Ketiga, Zero Export System untuk memastikan energi surya dimanfaatkan langsung di dalam mal dan tidak mengalir kembali ke jaringan PLN sehingga turut mendukung stabilitas jaringan.
Seluruh performa sistem dipantau secara real-time melalui power meter dan sistem monitoring terpusat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya