Produk yang cepat rusak dan berbiaya mahal jika dibuang, seperti daging atau makanan siap saji, justru lebih baik jika produk segarnya yang ditonjolkan dan diskon diberikan secara lebih agresif.
Baca juga: Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
Sementara untuk barang murah yang cepat basi seperti roti segar, mengosongkan rak sepenuhnya saat stok baru datang masih dianggap masuk akal.
"Bagi para peritel yang khawatir bahwa diskon dapat merusak merek mereka atau memengaruhi penjualan harga penuh, strategi penataan barang saja dapat memberikan keuntungan yang berarti," kata Dorothee Honhon dari Universitas Texas di Dallas, salah satu penulis studi.
Penelitian ini pun menegaskan bahwa keuntungan signifikan baik dalam hal laba maupun kelestarian lingkungan bisa lahir dari keputusan-keputusan yang sebenarnya sudah berada dalam kendali peritel.
Penyesuaian kecil pada desain rak dan strategi harga dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan yang besar di sepanjang rantai pasok pangan.
"Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan operasional yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas hidup dengan cara yang sangat nyata," kata Amy Pan dari University of Florida, salah satu penulis studi tersebut.
"Ini bukan tentang meminta konsumen untuk berbuat lebih banyak. Ini tentang merancang sistem yang bekerja lebih baik untuk semua orang," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya