Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 27 Februari 2026, 11:11 WIB
Hotria Mariana,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Transisi energi dan target emisi nol bersih (net-zero emission/NZE) kini tidak lagi sekadar komitmen, tetapi sudah menjadi agenda strategis nasional serta arus utama global.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah memacu langkah strategis untuk mengakselerasi dekarbonisasi di sektor manufaktur guna mencapai target industri nol emisi pada 2050.

Langkah ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian target NZE nasional pada 2060 atau lebih cepat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa emisi karbon dioksida dari industri manufaktur mengalami peningkatan dua kali lipat sejak 2011 hingga 2023 seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekitar 73 persen emisi di sektor industri tersebut, lanjut Agus, bersumber dari konsumsi bahan bakar fosil yang digunakan dalam proses produksi. Ia pun mewanti-wanti potensi ledakan emisi jika tidak ada langkah dekarbonisasi yang masif dan cepat.

Baca juga: Menperin Khawatir Emisi Karbon Industri Manufaktur Naik 4 Kali Lipat pada 2050

“Bila tidak ada upaya, dan upaya itu tentu harus cepat, dikhawatirkan pada 2050 akan terjadi dua kali lipat lagi lebih besar terhadap emisi yang akan dihasilkan di sektor manufaktur,” ucapnya, seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (18/9/2025).

Di tengah urgensi dekarbonisasi nasional tersebut, industri pertambangan dan hilirisasi nikel memegang peranan vital serta menghadapi tantangan yang cukup besar.

Nikel merupakan komponen kunci baterai kendaraan listrik yang menjadi tulang punggung transportasi rendah emisi pada masa depan.

Namun, pengolahan mineral ini secara konvensional masih membutuhkan energi yang sangat besar. Sebagian besar pemenuhan energi ini masih bergantung pada pembangkit tenaga listrik uap (PLTU) batu bara.

Baca juga: Potensi Energi Berlimpah, Prabowo Yakin Target Emisi Nol Karbon Tercapai Tepat Waktu

Dikutip dari studi Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Kamis (24/10/2024), sektor hilirisasi nikel diprediksi meningkatkan emisi karbon hingga 38,5 juta ton CO2 ekuivalen pada 2028.

Karena itulah, industri nikel kerap berada dalam posisi paradoks, yakni penggerak utama transisi energi global, tetapi secara bersamaan dituntut untuk terus menurunkan jejak karbon dari proses produksinya sendiri.

Tekanan terhadap praktik pertambangan yang lebih bersih dan bertanggung jawab kini semakin meningkat, baik dari pasar global, investor, maupun standar keberlanjutan internasional.

Investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atap di Kawasan Industri Obi menjadi fondasi strategis perusahaan dalam mewujudkan operasional pertambangan yang rendah emisi.

Dok. Istimewa Investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atap di Kawasan Industri Obi menjadi fondasi strategis perusahaan dalam mewujudkan operasional pertambangan yang rendah emisi.

Peta jalan dekarbonisasi dan investasi energi bersih

Sebagai salah satu pemain utama industri nikel terintegrasi di Indonesia, Harita Nickel berkomitmen untuk menekan emisi karbon dalam seluruh operasionalnya. Perusahaan pun menempatkan dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi operasional jangka panjang.

Baca juga: Harita Nickel Dapat Penghargaan Bisnis dan HAM 2025 dari SETARA Institute

Upaya ini bukan sekadar kepatuhan atau inisiatif tambahan, melainkan sebuah pergeseran menuju model industri ekstraktif yang selaras dengan prinsip keberlanjutan global.

Pendekatan yang dijalankan bersifat peningkatan secara berkelanjutan atau continuous improvement yang mencakup efisiensi proses produksi hingga penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau