Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak

Kompas.com, 11 Maret 2026, 16:17 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Krisis iklim mengurangi waktu yang bisa dihabiskan seseorang untuk menjalani kehidupannya secara aman.

Sebab, sepertiga populasi dunia saat ini tinggal di daerah-daerah yang mana panas sangat membatasi aktivitas. Kenaikan suhu disebabkan berlanjutnya pembakaran bahan bakar fosil, dilansir dari The Guardian, Rabu (11/3/2026).

Studi terbaru memperingatkan bahwa kenaikan suhu membuat banyak orang dewasa muda dan sehat kesulitan melakukan aktivitas fisik dasar, antara lain melakukan pekerjaan domestik atau sekadar naik tangga siang hari pada puncak musim panas.

Baca juga:

Krisis iklim batasi aktivitas manusia, lansia paling terdampak

Penduduk di wilayah miskin akan cukup terdampak

Krisis iklim mengurangi waktu yang bisa dihabiskan seseorang untuk menjalani kehidupannya secara aman, khususnya untuk lansia.Pexels/Pixabay Krisis iklim mengurangi waktu yang bisa dihabiskan seseorang untuk menjalani kehidupannya secara aman, khususnya untuk lansia.

Studi menggabungkan riset fisiologis tentang toleransi panas dengan data global dan regional selama tujuh dekade tentang populasi, suhu, dan pembangunan manusia.

Hasilnya, pembatasan aktivitas semakin parah bagi orang lanjut usia (lansia), yang memiliki kemampuan lebih rendah untuk berkeringat dan dengan demikian mengontrol suhu tubuh mereka.

Secara rata-rata, orang berusia di atas 65 tahun saat ini mengalami sekitar 900 jam setiap tahun ketika panas sangat membatasi aktivitas luar ruangan yang aman, dibandingkan dengan 600 jam pada tahun 1950. Hal itu setara dengan lebih dari satu bulan waktu siang hari.

Penduduk di negara atau wilayah miskin paling terdampak. Padahal, sebenarnya mereka merupakan pihak yang jauh lebih sedikit bertanggung jawab atas kerusakan iklim dibandingkan konsumen kaya, dengan gaya hidupnya berkontribusi emisi gas rumah kaca sangat tinggi dari pembakaran energi.

Panas membatasi aktivitas luar ruangan bagi lansia selama seperempat hingga sepertiga tahun di beberapa wilayah tropis dan subtropis.

Tantangan terberat diprediksi ada di Asia barat daya (Bahrain, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Irak, Oman), Asia selatan (Pakistan, Bangladesh, India), serta sebagian Afrika barat (Mauritania, Mali, Burkina Faso, Senegal, Djibouti dan Niger).

Sementara itu, di Amerika Selatan, misalnya, orang-orang di lembah Amazon jauh lebih rentan daripada di dataran tinggi Andes.

Baca juga:

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research: Health ini melompat lebih jauh dari riset sebelumnya tentang risiko panas global, dengan memeriksa kapasitas sosial dan fisiologis untuk beradaptasi dengan panas.

Para penulis studi dari Nature Conservancy mengukur "kelayakan huni" pada suhu yang berbeda dalam satuan MET yaitu satuan yang setara dengan pengeluaran energi rata-rata manusia saat istirahat.

Suhu yang dapat ditoleransi manusia berusia di bawah 65 tahun adalah melakukan aktivitas hingga 3,3 MET. Misalnya, menyapu lantai atau berjalan dengan kecepatan sedang untuk jangka waktu lama tanpa stres panas, yang berarti mereka bisa mengatur suhu inti tubuh dalam keadaan stabil.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemerintah Ingin Stop Impor BBM, IESR Sebut Tak Realistis
Pemerintah Ingin Stop Impor BBM, IESR Sebut Tak Realistis
LSM/Figur
UMKM Digital Finance Tour Tangerang Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital Pelaku Usaha
UMKM Digital Finance Tour Tangerang Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital Pelaku Usaha
Swasta
Peran Vital Hiu: Bantu Kumpulkan Data Iklim Laut  yang Sulit Dipantau
Peran Vital Hiu: Bantu Kumpulkan Data Iklim Laut yang Sulit Dipantau
Pemerintah
INDEF: Salah Menyamakan Dampak Lingkungan PLTP dan PLTU
INDEF: Salah Menyamakan Dampak Lingkungan PLTP dan PLTU
LSM/Figur
Krisis Iklim: Tutupan Salju di Pegunungan Yunani Susut 58 Persen dalam 40 Tahun
Krisis Iklim: Tutupan Salju di Pegunungan Yunani Susut 58 Persen dalam 40 Tahun
Pemerintah
Laju Deforestasi Hutan Tropis Global Turun, Tapi Tetap Mengkhawatirkan
Laju Deforestasi Hutan Tropis Global Turun, Tapi Tetap Mengkhawatirkan
Pemerintah
Momentum RI Raup 'Windfall Tax' Batu Bara untuk Biayai Transisi Energi
Momentum RI Raup "Windfall Tax" Batu Bara untuk Biayai Transisi Energi
LSM/Figur
PwC: 82 Persen Perusahaan Percepat Target Iklim dan Dekarbonisasi Rantai Pasok
PwC: 82 Persen Perusahaan Percepat Target Iklim dan Dekarbonisasi Rantai Pasok
Swasta
Studi: Migrasi Hiu Paus Lintasi 12 Batas Negara dan Laut Internasional
Studi: Migrasi Hiu Paus Lintasi 12 Batas Negara dan Laut Internasional
LSM/Figur
Menteri LH Jumhur Hidayat: UU Cipta Kerja Terlalu Kapitalistik
Menteri LH Jumhur Hidayat: UU Cipta Kerja Terlalu Kapitalistik
Pemerintah
Energi Terbarukan Ciptakan 6-10 Juta Green Jobs pada 2060, Tapi Pekerja RI Sulit Direkrut
Energi Terbarukan Ciptakan 6-10 Juta Green Jobs pada 2060, Tapi Pekerja RI Sulit Direkrut
LSM/Figur
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Pemerintah
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
Pemerintah
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
LSM/Figur
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau