Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, PLN Siapkan 142 SPKLU di Bali

Kompas.com, 16 Maret 2026, 10:21 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memperkuat infrastruktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk mendukung mobilitas wisatawan sekaligus mempercepat transisi energi bersih di Bali.

PLN memperkirakan sekitar 4.500 kendaraan listrik akan masuk ke Pulau Dewata selama periode liburan tersebut.

Oleh karena itu, PLN menyiapkan 142 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai lokasi, seperti kawasan wisata, pusat perbelanjaan, hingga jalur utama perjalanan.

Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan bahwa petugas PLN siap siaga 24 jam dalam tiga shift untuk memastikan pengguna kendaraan listrik mendapatkan layanan yang aman dan nyaman.

Baca juga: Kendaraan Listrik Dinilai Mampu Tekan Emisi di Sektor Tambang

“Kami pastikan wisatawan yang datang ke Bali menggunakan kendaraan listrik tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan pengisian daya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Pengembangan Produk Niaga PLN Nayuzrizal menilai, Bali memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Menurutnya, posisi Bali sebagai destinasi wisata internasional menjadikan transformasi transportasi rendah emisi semakin penting.

“Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya menghadirkan kemudahan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Nayuzrizal. 

Baca juga: Tren Kendaraan Listrik, Pasar Pelumas di Indonesia Masih Tumbuh

Pastikan kesiapan listrik selama liburan

Selain memastikan kesiapan SPKLU, PLN juga melakukan peninjauan sistem kelistrikan, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan melalui koordinasi bersama unit pembangkitan, transmisi, dan distribusi.

Manajer Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali Komang Teddy Indra Kusuma memastikan kondisi sistem kelistrikan Bali secara umum berada dalam kondisi aman.

“Secara umum, sistem kelistrikan di subsistem Bali dalam kondisi aman. Cadangan operasi juga cukup, lebih dari 20 persen atau sekitar 300 megawatt (MW) untuk menghadapi periode siaga Ramadhan, Idul Fitri, dan Nyepi,” ungkapnya.

Teddy menjelaskan bahwa selama periode siaga tersebut, PLN juga menunda berbagai kegiatan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik.

Baca juga: Siaga Idulfitri, PLN Indonesia Power Amankan Pasokan Listrik

“Kami memastikan tidak ada pekerjaan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan pemadaman selama periode siaga,” katanya.

Selain itu, pembangkit listrik yang beroperasi juga dipastikan berada dalam kondisi siap.

Manajer Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali I Made Harta Yasa menyebut pembangkit yang dikelola PLN Indonesia Power di Bali memiliki kapasitas total sekitar 759 MW yang tersebar di beberapa lokasi, seperti Pesanggaran, Gilimanuk, Pemaron, dan Nusa Penida.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Pemerintah
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
Pemerintah
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
LSM/Figur
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
LSM/Figur
Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata
Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata
Swasta
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Pemerintah
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
LSM/Figur
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Pemerintah
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Pemerintah
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
LSM/Figur
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Swasta
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
Pemerintah
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
LSM/Figur
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Pemerintah
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau