Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Ratusan Kura-kura Mati Massal di Kanada, akibat Krisis Iklim?

Kompas.com, 18 Maret 2026, 16:36 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber CNN

KOMPAS.com - Lebih dari 100 kura-kura ditemukan mati dengan cangkang yang hancur dan terpotong di perairan Danau Opinicon, Ontario timur, Kanada, pada April 2022 lalu. Misteri kematian kura-kura tersebut saat ini mulai terpecahkan.

Adalah Gregory Bulte, ahli biologi dari Carleton University di Kanada yang pertama kali menemukan seekor kura-kura northern map yang mati. Setelah itu, ia kembali mendapati bangkai kura-kura di sepanjang danau tempat hewan ini berhibernasi.

Baca juga: 

“Saya berpikir, kapan (temuan) ini akan berakhir?" kata Bulte, dilansir dari CNN, Rabu (18/3/2026).

Ketika akhirnya pencariannya selesai, ia menemukan hampir 150 kura-kura mati, banyak di antaranya dikenal Bulté dari dua dekade pekerjaannya sebagai pemantau di danau yang hampir masih alami dan dikelilingi hutan itu.

Peristiwa ini setidaknya memusnahkan sekitar 10 persen populasi kura-kura di danau tersebut.

Misteri kura-kura mati massal di Kanada

Diduga disebabkan oleh berang-berang, tapi bagaimana?

Ratusan kura-kura northern map ditemukan mati misterius di Kanada. Ilmuwan menyebut penyebabnya adalah serangan berang-berang. Kok bisa?Dok. Wikimedia Commons/EggsXeloda Ratusan kura-kura northern map ditemukan mati misterius di Kanada. Ilmuwan menyebut penyebabnya adalah serangan berang-berang. Kok bisa?

Guna mengetahui penyebab pasti kematian ratusan kura-kura tersebut, Bulte menggunakan metode eliminasi.

Bulte menjelaskan bahwa kondisi kura-kura rentan pada musim dingin karena berkumpul dalam kelompok besar dan berada terbuka di dasar danau.

Dalam kasus ini, ternyata "pelaku"-nya adalah berang-berang sungai, yang populasinya meningkat kembali, salah satu alasannya karena bulunya tidak lagi bernilai tinggi bagi pemburu.

Pertanyaan besar berikutnya adalah bagaimana berang-berang bisa menembus lapisan es tebal yang melindungi kura-kura.

“Mungkin suhu sedikit lebih hangat, es mencair di sepanjang garis pantai, dan berang-berang bisa masuk. Mereka mungkin masuk melalui liang atau rongga di sepanjang tepi danau," ucap Bulte.

Apabila kejadian itu berkaitan dengan suhu, perubahan iklim akibat aktivitas manusia yang mencairkan es dapat meningkatkan risiko populasi kura-kura ini.

Kendati demikian, Bulte mengaku belum bisa memastikan apakah perubahan iklim berperan dalam kasus ini.

Baca juga: Waktu Sehari di Bumi Ternyata Makin Lama akibat Krisis Iklim

"Kami perlu mendokumentasikan beberapa kejadian serupa dalam jangka panjang,” tutur dia.

Bulte menilai serangan berang-berang terhadap kura-kura menunjukkan pentingnya melindungi lokasi hibernasi kura-kura di seluruh Kanada, terutama di danau yang lebih ramai dan kurang alami.

Kura-kura northern map semakin rentan akibat perkembangan garis pantai, penebangan hutan, dan meningkatnya jumlah perahu bermotor.

Selain itu, penggunaan pipa penyaring di rumah-rumah tepi danau yang mencegah air membeku dapat menjadi titik masuk tambahan bagi predator.

Dalam jangka panjang, perubahan iklim juga menjadi ancaman besar. Bulte mengamati musim semi yang datang lebih awal dalam beberapa tahun terakhir.

“Lapisan es akan semakin tidak dapat diandalkan. Kami bertanya-tanya apakah ini akan meningkatkan peluang predasi di masa depan,” ucap Bulte.

Baca juga: Satwa Liar Terjepit Deforestasi, Perburuan, dan Perdagangan Ilegal

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau