Studi tersebut mengusulkan kota-kota dirancang untuk mendorong peningkatan aktivitas fisik warganya.
Salah satunya membangun infrastruktur kota yang mampu meningkatkan kenyamanan, misalnya dengan memperbanyak fitur air dan membangun jaring peneduh yang saling terhubung satu sama lain.
Cara lainnya adalah memakai material bangunan dan jalan yang memantulkan sinar matahari atau permukaan reflektif demi meredam suhu panas, serta mendesain ruang publik yang terlindungi dari krisis iklim.
Di sisi lain, infrastruktur kota yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan warganya untuk menghadapi kenaikan suhu juga dapat menghasilkan manfaat tambahan yang jarang diukur secara kuantitatif oleh model kerusakan standar.
Manfaat tambahan itu adalah mengurangi gangguan tidur akibat panas, menjaga kinerja kognitif, dan melindungi produktivitas kerja.
Baca juga:
Di dalam jurnal berjudul Effects of Climate Change on Physical Inactivity: A Panel Data Study Across 156 Countries from 2000 to 2022, Christian García-Witulski dan ketiga rekannya juga merekomendasikan sejumlah langkah mitigasi untuk meminimalisasi risiko merosotnya aktivitas fisik akibat kenaikan suhu.
Langkah-langkahnya adalah mengintegrasikan pesan risiko panas ke dalam pedoman olahraga, serta mengarahkan pendanaan iklim ke koridor transportasi aktif yang kaya akan naungan.
Selanjutnya, melakukan subsidi fasilitas olahraga berpendingin untuk populasi berisiko dan menegakkan standar keselamatan kerja yang kuat terkait panas.
"Oleh karena itu, memperlakukan aktivitas fisik sebagai kebutuhan yang peka terhadap iklim, bukan sebagai pilihan gaya hidup yang opsional, akan sangat penting untuk mencegah transisi gaya hidup tidak aktif yang disebabkan oleh panas dan lonjakan penyakit kardiometabolik serta kerugian ekonomi yang menyertainya," demikian keterangan studi itu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya