Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Kapal Pesiar Bertenaga Hidrogen Pertama di Dunia, Seperti Apa?

Kompas.com, 24 Maret 2026, 20:33 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Euronews

KOMPAS.com - Kapal pesiar bertenaga hidrogen, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia, resmi diperkenalkan di Ancona Shipyard milik perusahaan Fincantieri, Italia, pada Kamis (19/3/2026). Kapal tersebut bernama Viking Libra. 

Viking Libra akan beroperasi mulai November 2026, dengan pelayaran perdana ke rute-rute di Mediterania dan Eropa utara. 

Baca juga:

Kapal pesiar bertenaga hidrogen pertama di dunia

Bisa berlayar tanpa emisi

Kapal pesiar bertenaga hidrogen, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia, diperkenalkan. Namanya Viking Libra.UNSPLASH/Tayler Lyons Kapal pesiar bertenaga hidrogen, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia, diperkenalkan. Namanya Viking Libra.

CEO perusahaan pelayaran Viking, Torstein Hagen mengatakan, desain kapal pesiar tersebut berfokus pada pengurangan konsumsi bahan bakar.

“Viking Libra adalah kapal kami yang paling ramah lingkungan hingga saat ini. Berinvestasi dalam hidrogen adalah pilihan berdasarkan prinsip bagi Viking, menawarkan solusi tanpa emisi yang sesungguhnya, dan kami berharap dapat menyambut kapal pesiar bertenaga hidrogen pertama di dunia ke armada kami," ujar Hagen, dilansir dari laman resmi, Selasa (24/3/2026).

Setelah berhasil mengapung, kapal pesiar ini akan dipindahkan ke dok perlengkapan terdekat untuk konstruksi tahap akhir dan pembangunan interior.

Viking Libra diklasifikasikan sebagai kapal berukuran kecil, dengan berat sekitar 54.300 ton dan terdiri dari 499 kabin yang mampu menampung 998 tamu.

Kapal pesiar ini disebut mempunyai sistem propulsi yang sebagian berbasis pada hidrogen cair dan sel bahan bakar. Fitur itu membedakannya dengan kapal Viking pendahulunya, yang telah memenangkan penghargaan.

Sistem propulsi hybrid ini dinilai membuatnya mampu berlayar dan beroperasi tanpa emisi, yang memungkinkannya mengakses, bahkan ke area yang paling sensitif terhadap lingkungan.

Sistem propulsi mutakhir Viking Libra disebut mampu menghasilkan daya hingga enam megawatt.

Teknologi sel bahan bakar yang dipasang pada Viking Libra merupakan perangkat dari Isotta Fraschini Motori (IFM), anak perusahaan pembuatan kapal Fincantieri yang mengkhususkan diri dalam teknologi sel bahan bakar canggih.

Perusahaan pelayaran ini juga sedang membangun kapal bertenaga hidrogen lainnya. Kapal yang mampu beroperasi tanpa emisi itu dijadwalkan untuk pengiriman pada 2027.

Baca juga:

Adakah kapal pesiar ramah lingkungan lainnya?

Dari bahan bakar hayati hingga biogas cair

Ilustrasi kapal pesiar Hurtigruten. Sebelumnya, pada Oktober 2025, kapal pesiar Norwegia, Hurtigruten, berlayar menyusuri pantai dari Bergen ke Kirkenes dalam perjalanan pergi-pulang.Dok. Hurtigruten Ilustrasi kapal pesiar Hurtigruten. Sebelumnya, pada Oktober 2025, kapal pesiar Norwegia, Hurtigruten, berlayar menyusuri pantai dari Bergen ke Kirkenes dalam perjalanan pergi-pulang.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, kapal pesiar Norwegia, Hurtigruten, berlayar menyusuri pantai dari Bergen ke Kirkenes dalam perjalanan pergi-pulang.

Kapal pesiar ini disebut menggunakan 100 persen bahan bakar hayati yang terbuat dari limbah lemak dan minyak goreng.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau