Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?

Kompas.com, 12 Maret 2026, 17:18 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Potensi hidrogen hijau di Indonesia mencapai 345,6 juta ton per tahun, berdasarkan perhitungan Institute for Essential Service Reform (IESR).  Namun, dari aspek keekonomian, biaya memproduksi hidrogen hijau melalui pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) masih terlalu tinggi.

Harga hidrogen hijau berada di kisaran 12 dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 202.000 per kilogram (kg). Padahal, harga hidrogen hijau yang kompetitif sekitar empat sampai enam dollar AS atau setara Rp 67.000-Rp 101.000 per kg di pasaran secara global.

Baca juga:

"Jadi 87 persen daripada temuan ini harganya masih di atas 12 dollar AS per kg dan sekitar 50 juta ton per tahun kami dapatkan untuk dengan harga di bawah 12 dollar AS per kg," kata Head of Industrial Decarbonization IESR, Rheza Hanif Risqianto, dalam webinar Green Energy Transition Indonesia Day, Selasa (10/3/2026).

Untuk harga paling konsisten adalah produksi hidrogen hijau dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Sementara itu, harga termurah diproduksi dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS).

Potensi hidrogen hijau di Indonesia

Potensi hidrogen hijau di Indonesia mencapai 345,6 juta ton per tahun. Namun, biaya memproduksi hidrogen hijau dinilai masih tinggi.PIXABAY/AKITADA31 Potensi hidrogen hijau di Indonesia mencapai 345,6 juta ton per tahun. Namun, biaya memproduksi hidrogen hijau dinilai masih tinggi.

Potensi hidrogen hijau tidak akan berlanjut menjadi proyek riil jika tidak ada permintaan produknya.

Dalam skenario paling optimistis, Indonesia bisa memanfaatkan hidrogen hijau hingga 37,3 juta ton per tahun, dengan permintaan terbesar dari bahan bakar dan pengiriman barang atau logistik (shipping).

IESR menemukan 14 daerah dengan permintaan tinggi hidrogen hijau di Indonesia ke depannya, dengan sejumlah potensi buyer atau offtaker.

Misalnya, Jawa Barat, yang mana hidrogen hijau bisa dipakai untuk industri keramik, besok, dan baja. Atau, Kalimantan Timur, yang memiliki industri produksi pupuk.

IESR menyarankan pengembangan Hydrogen Hub Potential Zones, dengan 10 daerah paling potensial, di antaranya Kalimantan Timur, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

Hydrogen Hub Potential Zones berpotensi menurunkan biaya produksi hidrogen hijau hingga 0,5-1,5 dollar AS per kg.

Baca juga:

Offtaker

Terdapat tiga sektor industri yang memang cocok untuk hidrogen hijau, salah satunya pupuk yang memang secara teknologi sudah matang, dengan hanya mengganti produksi hidrogen dari pembangkit listrik energi fosil ke EBT.

Sektor lainnya adalah besi dan baja. Transisi dari teknologi Blast Furnace (BF) yang tinggi emisi gas rumah kaca (GRK) ke Direct Reduction Iron (DRI) di industri baja merupakan langkah krusial dekarbonisasi.

Selain itu, ada sektor kelautan dan logistik (maritime and shipping). Organisasi Maritim Dunia (IMO) dan Mekanisme Penyesuaian Batas Karbon (CBAM) menuntut produk yang diekspor ke Uni Eropa diproduksi dengan emisi GRK rendah.

Hidrogen hijau bukanlah solusi untuk semua hal, tapi memang lebih cocok sebagai solusi untuk hard-to-abate atau sektor industri dan transportasi yang sangat sulit melakukan dekarbonisasi.

"Kita akan menggunakan hidrogen saat solusi elektrifikasi untuk dekarbonisasi itu sudah tidak dapat dilakukan," tutur Rheza.

Selain itu, hidrogen hijau diperuntukkan bagi sektor industri yang memang membutuhkannya sebagai bahan baku yang terbarukan (feedstock sustainable).

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Swasta
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Pemerintah
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Swasta
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
LSM/Figur
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Pemerintah
Gandeng Pegadaian, Pemkot Banjarmasin Inisiasi Program Menabung Sampah Jadi Emas
Gandeng Pegadaian, Pemkot Banjarmasin Inisiasi Program Menabung Sampah Jadi Emas
Pemerintah
Kementerian ESDM Lakukan Road Test B50, Performa Dinilai Bagus
Kementerian ESDM Lakukan Road Test B50, Performa Dinilai Bagus
Pemerintah
Bantargebang Direncanakan Jadi Lokasi Fasilitas Waste to Energy
Bantargebang Direncanakan Jadi Lokasi Fasilitas Waste to Energy
Pemerintah
Virus Pandemi Bisa Menular ke Manusia Tanpa Adaptasi Awal
Virus Pandemi Bisa Menular ke Manusia Tanpa Adaptasi Awal
LSM/Figur
BRIN Kembangkan AI untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
BRIN Kembangkan AI untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah
Zulhas Sebut Fasilitas Waste to Energy Bakal Beroperasi 2027 di 4 Kota
Zulhas Sebut Fasilitas Waste to Energy Bakal Beroperasi 2027 di 4 Kota
Pemerintah
Investasi AI Masih Berlanjut, Ini Survei KPMG pada 100 CEO Perusahaan
Investasi AI Masih Berlanjut, Ini Survei KPMG pada 100 CEO Perusahaan
Swasta
Akademisi UGM Usulkan Perluasan Habitat Komodo di Flores
Akademisi UGM Usulkan Perluasan Habitat Komodo di Flores
LSM/Figur
Hukum Kesetaraan Kerja Perempuan Baru Diterapkan Separuhnya
Hukum Kesetaraan Kerja Perempuan Baru Diterapkan Separuhnya
Pemerintah
Tanaman Bisa Berhenti Tumbuh Sementara agar Tetap Hidup Saat Cuaca Ekstrem
Tanaman Bisa Berhenti Tumbuh Sementara agar Tetap Hidup Saat Cuaca Ekstrem
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau