KOMPAS.com - Kapal pesiar bertenaga hidrogen, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia, resmi diperkenalkan di Ancona Shipyard milik perusahaan Fincantieri, Italia, pada Kamis (19/3/2026). Kapal tersebut bernama Viking Libra.
Viking Libra akan beroperasi mulai November 2026, dengan pelayaran perdana ke rute-rute di Mediterania dan Eropa utara.
Baca juga:
Kapal pesiar bertenaga hidrogen, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia, diperkenalkan. Namanya Viking Libra.CEO perusahaan pelayaran Viking, Torstein Hagen mengatakan, desain kapal pesiar tersebut berfokus pada pengurangan konsumsi bahan bakar.
“Viking Libra adalah kapal kami yang paling ramah lingkungan hingga saat ini. Berinvestasi dalam hidrogen adalah pilihan berdasarkan prinsip bagi Viking, menawarkan solusi tanpa emisi yang sesungguhnya, dan kami berharap dapat menyambut kapal pesiar bertenaga hidrogen pertama di dunia ke armada kami," ujar Hagen, dilansir dari laman resmi, Selasa (24/3/2026).
Setelah berhasil mengapung, kapal pesiar ini akan dipindahkan ke dok perlengkapan terdekat untuk konstruksi tahap akhir dan pembangunan interior.
Viking Libra diklasifikasikan sebagai kapal berukuran kecil, dengan berat sekitar 54.300 ton dan terdiri dari 499 kabin yang mampu menampung 998 tamu.
Kapal pesiar ini disebut mempunyai sistem propulsi yang sebagian berbasis pada hidrogen cair dan sel bahan bakar. Fitur itu membedakannya dengan kapal Viking pendahulunya, yang telah memenangkan penghargaan.
Sistem propulsi hybrid ini dinilai membuatnya mampu berlayar dan beroperasi tanpa emisi, yang memungkinkannya mengakses, bahkan ke area yang paling sensitif terhadap lingkungan.
Sistem propulsi mutakhir Viking Libra disebut mampu menghasilkan daya hingga enam megawatt.
Teknologi sel bahan bakar yang dipasang pada Viking Libra merupakan perangkat dari Isotta Fraschini Motori (IFM), anak perusahaan pembuatan kapal Fincantieri yang mengkhususkan diri dalam teknologi sel bahan bakar canggih.
Perusahaan pelayaran ini juga sedang membangun kapal bertenaga hidrogen lainnya. Kapal yang mampu beroperasi tanpa emisi itu dijadwalkan untuk pengiriman pada 2027.
Baca juga:
Ilustrasi kapal pesiar Hurtigruten. Sebelumnya, pada Oktober 2025, kapal pesiar Norwegia, Hurtigruten, berlayar menyusuri pantai dari Bergen ke Kirkenes dalam perjalanan pergi-pulang.Sebelumnya, pada Oktober 2025, kapal pesiar Norwegia, Hurtigruten, berlayar menyusuri pantai dari Bergen ke Kirkenes dalam perjalanan pergi-pulang.
Kapal pesiar ini disebut menggunakan 100 persen bahan bakar hayati yang terbuat dari limbah lemak dan minyak goreng.
“(Pelayaran) ini menandai momen bersejarah dalam perjalanan Hurtigruten selama lebih dari 130 tahun di sepanjang pantai Norwegia,” tutur CEO Hurtigruten, Hedda Felin, dilansir dari Euronews.
Kapal pesiar tersebut menjadi bukti bahwa pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dimungkinkan saat ini dengan menggunakan biodiesel berkelanjutan.
Bahkan, potensi pengurangan emisi GRK dengan biodiesel tersebut tanpa perlu menginvestasikan miliaran dolar untuk kapal atau infrastruktur baru.
Perusahaan kapal pesiar Norwegia lainnya, Havila Voyages, juga meluncurkan pelayaran netral iklim pertamanya di sepanjang rute yang sama pada November 2025 lalu.
Kapal pesiar ini disebut menggunakan kombinasi tenaga baterai dan biogas cair, yang mengurangi emisi GRK lebih dari 90 persen dibandingkan dengan bahan bakar fosil.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya