KOMPAS.com - Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) kembali dibuka oleh East Ventures, Temasek Foundation, dan Tencent di tahun ini. Memasuki tahun keempat, kompetisi telah mendukung lebih dari 300 perusahaan teknologi di Asia Tenggara.
Pada CIIC 2026, penyelenggara bakal memberikan penghargaan khusus berupa kredit karbon pra pembelian senilai 1 juta dollar AS atau Rp 15 miliar kepada finalis terpilih guna mendukung pengembangan dan penerapan solusi iklim.
“Kami merasa terhormat untuk kembali menghadirkan CIIC 2026, yang mencerminkan keyakinan kuat kami bahwa teknologi dan kewirausahaan adalah penggerak utama solusi iklim. Dalam beberapa tahun terakhir, CIIC telah menjadi platform yang memberdayakan para inovator untuk mengubah ide-ide berani menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan lingkungan paling mendesak di Indonesia," ungkap Partner East Ventures, Avina Sugiarto, dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Perubahan Iklim Paksa Petani Padi Pensiun Dini
"Dengan menyatukan para founder, investor, dan mitra ekosistem, kami memiliki tujuan untuk mempercepat pengembangan dan adopsi teknologi iklim yang dapat menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan,” imbuh dia.
Sementara itu, Head Climate & Liveability Temasek Foundation, Heng Li Lang menyampaikan dalam beberapa tahun terakhir CIIC telah berkembang menjadi platform yang kuat dan katalitik dalam mendorong inovasi keberlanjutan berdampak nyata di Indonesia serta Asia.
"Tahun ini, kami meningkatkan ambisi kami dengan total hadiah yang lebih besar dan dukungan yang lebih kuat untuk mempercepat perjalanan ini. Temasek Foundation bangga untuk kembali bermitra dengan East Ventures dan menyambut Tencent, bersama-sama kami bertujuan untuk membantu lebih banyak inovator mengubah ide-ide berani menjadi dampak yang berarti bagi manusia dan planet,” papar dia.
Tahun ini, CIIC 2026 berfokus pada tiga trek antara lain:
Kompetisi CIIC berlangsung dari April hingga Oktober 2026, dengan beberapa agenda utama yakni, pendaftaran (April-Juni 2026), pengumuman finalis (Agustus 2026), mentorship (Agustus 2026), dan grand finale (September atau Oktober 2026).
Sejak diresmikan pada Maret 2023, CIIC telah menunjukkan dampak yang jelas dalam memajukan inovasi dan mempercepat penerapan solusi berkelanjutan di Indonesia.
Inisiatif tersebut telah menyatukan berbagai mentor senior, mitra strategis, dan pemangku kepentingan industri dari perusahaan terkemuka seperti PLN, Sinarmas, dan Triputra Agro Persada untuk membantu memperkuat ekosistem teknologi iklim.
Dengan dukungan katalis yang diberikan, para pemenang sebelumnya telah mencapai tonggak penting dalam teknologi, komersialisasi, dan validasi global.
“Di Tencent, kami berkomitmen untuk mendorong perubahan positif yang berkelanjutan dengan menggunakan teknologi sebagai kekuatan untuk kebaikan. Kami bangga berkolaborasi dengan East Ventures dan Temasek Foundation dalam CIIC 2026 untuk memajukan inovasi iklim dan meningkatkan skala solusi berpotensi tinggi di berbagai pasar," jelas Vice President of Sustainable Social Value Tencent, Xu Hao.
Qarbotech merupakan contoh dari dampak yang dihadirkan CIIC dalam mendukung solusi iklim di sektor pertanian. Perusahaan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian melalui peningkatan fotosintesis, yang menunjukkan peningkatan hasil panen hingga 30 persen.
Solusi mereka telah divalidasi oleh pihak ketiga di lebih dari 40 jenis tanaman dan 8.000 hektar lahan pertanian komersial.
Dari beberapa edisi terakhir, CIIC telah menerima lebih dari 1.300 peserta dari lebih dari 60 negara. Untuk informasi lebih lanjut ataupun pendaftaran, Anda daiat mengakses laman climateimpactinnovations.com.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya