KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan banjir melanda sejumlah wilayah sejak Minggu (5/4/2026) hingga Senin (6/4/2026). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memerinci banjir merendam Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat empat desa terdampak antara lain Desa Mendoyo Dauh Tukad, Yehembang, Pohsanten, dan Delod Berawah, yang berada di Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, serta Desa Air Kuning di Kecamatan Jembrana.
"Sebanyak 64 keluarga terdampak akibat rumahnya terendam banjir. Pada hari yang sama, banjir berangsur surut tidak ada warga yang mengungsi akibat insiden ini," ungkap Abdul dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Menurut BMKG, Curah Hujan 2026 akan Lebih Rendah dari Curah Hujan 30 Tahun Terakhir
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah lalu berangsur surut pada hari yang sama. Abdul menyebut, banjir sempat melanda enam desa yakni Desa Tondo, Dampai, Tanjung Padang, Balentuma, Tompe, serta Lompio di Kecamatan Sirenja.
Kemudian, Desa Labean di Kecamatan Balaesang. Banjir terjadi usai hujan lebat sehingga menyebabkan debit air Sungai Mapaga meluap dan melimpas hingga berdampak terhadap 525 keluarga di lokasi kejadian.
"Genangan juga dilaporkan surut di wilayah terdampak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu malam. Masyarakat telah membersihkan material sampah yang terbawa arus banjir, sebanyak 11 desa di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Rumpin, Gunung Sindur, Kemang, Parung Panjang, Cigudeg, Bojonggede, dan Ciseeng, sempat dilanda banjir pada Sabtu pukul 07.30 WIB," jelas Abdul.
Total warga terdampak sebanyak 678 keluarga atau 1.926 jiwa. Beberapa warga yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka.
Baca juga: RI Mulai Masuk Musim Kemarau, Kenapa di Jakarta Masih Hujan?
Selain itu, BPBD setempat mencatat satu unit rumah rusak berat dan satu unit rusak ringan, serta tiga unit fasilitas pendidikan terdampak. Angin kencang juga sempat dilaporkan melanda Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
BNPB memastikan, saat ini kondisinya sudah aman.
"Insiden ini mengakibatkan 17 unit rumah rusak berat dan 13 unit rusak ringan di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang. Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu yang disertai hujan lebat," papar dia.
Berkaca dari sejumlah bencana hidrometeorologi yang masih terjadi di berbagai wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Di samping ancaman hidrometeorologi, masyarakat juga perlu tetap siaga terhadap potensi gempa bumi dan erupsi gunung berapi.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meprediksi hujan lebat masih mengguyur sejumlah wilayah selama masa peralihan musim pada 3-9 April 2026.
Berdasarkan pemantauan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan lebat sepeken ke depan. Wilayah yang perlu waspada antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Lalu terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selama peridoe itu, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral yang tidak berdampak terhadap aktivitas konvektif di Indonesia.
Sementara, nilai Dipole Mode Index (DMI) berada pada fase netral yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke Indonesia, pengaruhnya terhadap distribusi curah hujan di dalam negeri masih terbatas.
Sedangkan pada skala regional, monsun Australia terpantau kian menguat dan diperkirakan akan sama dalam beberapa hari ke depan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya