Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perusahaan Harus Jadikan Keberlanjutan Nyawa Bisnis di Tengah Ketidakpastian

Kompas.com, 13 April 2026, 17:19 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Prinsip keberlanjutan (sustainability) harus dinilai sebagai strategi inti demi memperkuat ketahanan dan kelangsungan bisnis jangka panjang di tengah ketidakpastian global saat ini.

Keberlanjutan juga tidak bisa lagi dipandang sebagai sekadar program pendukung atau tanggung jawab sosial (CSR) semata.

President Director Institute for Sustainability and Agility (ISA), Maria R Nindita Radyati, menekankan bahwa pendekatan terhadap sustainability di lanskap dunia usaha kini telah bergeser secara fundamental. Dari sekadar pemenuhan regulasi menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis untuk memitigasi risiko.

Baca juga: IFRS Perbarui Standar Pelaporan Keberlanjutan Sektor Pertanian dan Utilitas

“Ketidakpastian bukan alasan untuk menghentikan inisiatif sustainability. Justru di tengah disrupsi, sustainability perlu diintegrasikan sebagai strategi inti bisnis untuk mengelola risiko sekaligus memperkuat daya tahan perusahaan terhadap tekanan eksternal, baik itu perubahan regulasi, fluktuasi pasar, hingga tantangan iklim,” kata Maria dalam Lestari Forum, Kamis (9/4/2026).

Menurut dia, inisiatif keberlanjutan saat ini diukur berdasarkan kontribusinya terhadap penciptaan nilai tambah serta peningkatan daya saing perusahaan. Integrasi tersebut memastikan proses pengambilan keputusan bisnis selaras dengan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sejalan dengan pentingnya penerapan kerangka strategis keberlanjutan tersebut, Lestari Forum 2026 menjadi momentum pendorong bagi perusahaan di Indonesia memvalidasi dan mengukur dampak inisiatif mereka melalui Lestari Awards 2026.

Baca juga: Lestari Forum 2026: Sustainability Bagian dari Inti Bisnis

Ajang yang diinisiasi oleh KG Media ini membuka ruang bagi entitas bisnis untuk memanggungkan praktik keberlanjutan yang telah terintegrasi dalam sistem operasional mereka.

Para pemenang Lestari Awards 2026 nantinya bakal memperoleh amplifikasi publikasi melalui ekosistem KG Media, serta peluang emas untuk bersaing di kompetisi ESG tingkat regional Asia.

Pendaftaran Lestari Awards 2026 telah dibuka dan akan berlangsung hingga Sabtu (9/5/2026). Perusahaan serta Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat mendaftar ajang penghargaan ini secara daring melalui tahapan berikut:

  • Masuk/Daftar menggunakan KG Media ID di laman resmi pendaftaran https://lestari.kgmedia.id/award](https://lestari.kgmedia.id/award
  • Pilih kategori yang relevan sesuai skala bisnis dan kategori dampak sustainability.
  • Melengkapi formulir dan mengunggah dokumen pendukung (evidence)
  • Menyelesaikan administrasi pendaftaran.

Informasi lebih lengkap mengenai kategori, mekanisme pendaftaran, serta parameter penilaian dapat diakses langsung melalui laman resmi: https://lestari.kgmedia.id/award](https://lestari.kgmedia.id/award

Sebagai informasi, Lestari Summit & Awards merupakan inisiatif keberlanjutan yang diinisiasi oleh KG Media dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.

Program ini menghadirkan forum diskusi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, sekaligus memberikan apresiasi melalui Lestari Awards kepada perusahaan dan organisasi yang menjalankan inisiatif sustainability.

Lainnya, berkontribusi terhadap praktik ESG dengan harapan dapat menjadi inspirasi dan mendorong penerapan keberlanjutan yang lebih luas di berbagai sektor.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Danantara Kaji Wacana Pembangunan PSEL di 31 Wilayah Aglomerasi
Pemerintah
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Microsoft Stop Sementara Pembelian Carbon Removal
Pemerintah
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
KLH Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Pemerintah
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Deloitte: Physical AI Diprediksi Ubah Operasi Bisnis dalam Tiga Tahun
Swasta
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
MAN 4 Jakarta Raih ASRI Awards Berkat Rakit Sabut untuk Kurangi Bau Ciliwung
Pemerintah
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
Tambang Batu Bara Kini Jadi Sumber Kerentanan, Daerah Penghasil Harus Beralih Rupa
LSM/Figur
'Blue Carbon' Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
"Blue Carbon" Dinilai Lebih Potensial, Namun Tata Kelola Jadi Tantangan
Swasta
PLTS Atap dan Power Wheeling Diusulkan untuk Kejar Target Listrik 100 GW
PLTS Atap dan Power Wheeling Diusulkan untuk Kejar Target Listrik 100 GW
LSM/Figur
Jerat Listrik Ancam Gajah Sumatera, Koridor Habitat Kian Terfragmentasi
Jerat Listrik Ancam Gajah Sumatera, Koridor Habitat Kian Terfragmentasi
LSM/Figur
Proyek PLTP Lahendong 15 MW Capai Kesepakatan Tarif, Siap Masuk Tahap Pengembangan
Proyek PLTP Lahendong 15 MW Capai Kesepakatan Tarif, Siap Masuk Tahap Pengembangan
Pemerintah
Perusahaan Harus Jadikan Keberlanjutan Nyawa Bisnis di Tengah Ketidakpastian
Perusahaan Harus Jadikan Keberlanjutan Nyawa Bisnis di Tengah Ketidakpastian
Swasta
BPDP Kemenkeu Buka Program Hibah Riset Bioenergi hingga Pengolahan Limbah
BPDP Kemenkeu Buka Program Hibah Riset Bioenergi hingga Pengolahan Limbah
Pemerintah
IEA: Perang AS-Israel VS Iran Akan Ubah Total Sistem Energi Global
IEA: Perang AS-Israel VS Iran Akan Ubah Total Sistem Energi Global
Pemerintah
India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen
India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen
Swasta
Perubahan Iklim Picu Gangguan Produktivitas Karyawan, Kok Bisa?
Perubahan Iklim Picu Gangguan Produktivitas Karyawan, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau