Klub ini sedang berupaya mencapai target untuk mendaur ulang 100 persen sisa makanan pada tahun 2030. Sisa makanan dari hari pertandingan dibagikan kembali kepada masyarakat, menyediakan 1.200 porsi makanan setiap minggu untuk warga lokal di wilayah Merseyside.
Selain komitmen menangani limbah makanan, Liverpool FC juga mendukung organisasi lokal dan perusahaan sosial. Yayasan mereka (LFC Foundation) terus bekerja untuk menciptakan dampak nyata bagi komunitas.
Sampai saat ini, 18 anak muda telah dibantu untuk mendapatkan pekerjaan di bagian pelayanan klub melalui program pelatihan kerja.
"Menciptakan sistem pangan yang memulihkan lingkungan dan adil secara sosial adalah inti dari pendekatan kami di LFC," kata Paul Cuttill, Chief Operating Officer Liverpool FC.
"Sertifikasi Food Made Good Standard, yang merupakan tanda keberlanjutan global yang menyeluruh, mencerminkan kemajuan yang kami capai di seluruh operasional kami demi kepentingan karyawan, bumi, dan masyarakat kami," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya