Editor
Grace Fu mengatakan Singapura kini mengimpor pangan dari lebih dari 180 negara dan wilayah, naik dari sekitar 140 negara dua dekade lalu.
“Diversifikasi adalah kunci karena memberi kami pilihan dan fleksibilitas ketika gangguan terjadi,” ujarnya.
Menurut Grace Fu, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh apa yang diproduksi dan dari mana pangan dibeli, tetapi juga oleh hubungan kerja sama yang dibangun antarnegara.
Baca juga: Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pada April 2026, Singapura menandatangani nota kerja sama ketahanan pangan dengan Cambodia untuk memperkuat perdagangan beras bilateral.
Singapura bersama negara-negara ASEAN juga mengadopsi pernyataan bersama untuk menjaga ketahanan pangan dan rantai pasok pertanian di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan pangan dunia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya