Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lestari Kompas Gramedia Beri Edukasi Keberlanjutan di Sekolah Binaan Pertamina

Kompas.com, 11 Mei 2026, 19:35 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA KOMPAS.com - Lestari Kompas Gramedia berkolaborasi dengan Pertamina melalui program edukasi energi dalam Akademi Sekolah Lestari (ASRI).

Pembukaan program tersebut berlangsung dalam acara peresmian bertajuk 'Tumbuh Lestari, Bijak Berenergi' yang diselenggarakan di SMAN 40 Jakarta, Jakarta Utara, pada Senin (11/5/2026).

Ini menjadi langkah ASRI dalam mendorong keterlibatan aktif generasi muda terhadap isu keberlanjutan melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berbasis aksi nyata di lingkungan sekolah.

Baca juga: Warga Eropa Bayar Listrik 25 Persen Lebih Murah Berkat Pembangkit EBT

Sebagai bagian dari ekosistem keberlanjutan, Pertamina dan ASRI membangun sebuah misi bersama yang didedikasikan untuk mengubah keberlanjutan dari sekadar konsep, menjadi gerakan kolektif dari generasi muda.

Inisiatif ini menghadirkan ekosistem pembelajaran holistik, tempat visi kemandirian energi bertemu dengan literasi lingkungan dan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tahun 2026, ASRI akan menyasar Sekolah Energi Berdikari (SEB) binaan Pertamina di Kabupaten Cilacap, Kota Semarang, dan Kota Palembang, melalui rangkaian program pembelajaran dan implementasi proyek keberlanjutan di sekolah.

Tiga fokus

ASRI 2026 memiliki tiga fokus utama pembelajaran, yaitu Transisi Energi (Energy Transition), Pekerjaan Hijau (Green Jobs), dan Komunikasi Berkelanjutan (Sustainability Communication). Ketiga topik ini dirancang untuk membekali siswa dan guru dengan pemahaman kontekstual mengenai tantangan dan peluang keberlanjutan di masa depan.

Pada topik Transisi Energi, peserta akan mengeksplorasi transformasi energi Indonesia, strategi pertumbuhan hijau Pertamina, serta keseimbangan antara bisnis legacy dan bisnis hijau.

“Transisi energi ini merupakan pondasi yang penting untuk teman-teman para siswa SMA agar lebih lestari di masa depan. penggunaan energi terbarukan sangat mendorong kita untuk bisa save the planet dan hidup lebih baik lagi dan adik adik siswa SMA ini adalah penentu untuk masa depan energi kita” ujar VP CSR SMEPP PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto pada sesi talkshow dalam acara peresmian.

Sementara itu, pada topik Green Jobs, peserta diajak mengenal pemetaan keterampilan, peluang karier di sektor energi, dan industri hijau lintas bidang.

Baca juga: Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional

Editor National Geographic Indonesia, Ade Sulaeman mengatakan, green jobs dibutuhkan karena bumi saat ini sudah sangat krisis. Pekerjaan sudah sepatutnya tidak hanya sekadar meraup cuan, melainkan pula harus memiliki dampak terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Untuk itu, green jobs bukan hanya sekedar tentang pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan atau perubahan iklim, tetapi lebih luas dari itu, yaitu sesuatu yang bisa berdampak baik pada keberlanjutan bumi kita," tutur Ade.

Selain itu, ada topik Sustainability Communication yang akan membangun kesadaran kritis peserta terhadap isu greenwashing, kemampuan fact-checking, dan cara menavigasi informasi post-truth dalam komunikasi keberlanjutan.

Menurut Vice President Sustainability of KG Media, Wisnu Nugroho, komunikasi berkelanjutan berbicara mengenai bagaimana pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat didengar oleh lebih banyak orang. Pintu masuk untuk menyebarkan pesan keberlanjutan bisa dimulai dari mana saja.

"Misalnya, dari orang-orang yang suaranya lebih mudah didengar, dan kemudian dampaknya bisa menyebarkan isu ini ke lebih banyak manusia lain tentang pentingnya hidup berkelanjutan untuk kelangsungan bumi. Bahkan semua orang dapat berperan menjadi pintu itu, yang bisa dimulai dari menyuarakan keresahan masing-masing akan isu keberlanjutan yang dirasakan saat ini, dan membuka ruang diskusi untuk hidup lebih hijau lagi," tutur Wisnu.

Pelaksanaan ASRI 2026 akan berlangsung melalui beberapa rangkaian kegiatan utama. Program diawali dengan pembelajaran e-course interaktif yang mudah dipahami dan secara terbuka dapat diakses kapan saja oleh guru maupun siswa. Pengembangan materi dilakukan bersama Universitas Pertamina demi memperkuat relevansi akademik dan industri.

Selanjutnya, ASRI akan hadir melalui program Roadshow & ASRI Goes to School di berbagai sekolah menengah untuk menghadirkan sesi inspiratif, diskusi interaktif, dan pengalaman belajar langsung terkait keberlanjutan.

Baca juga: PLN Bakal Rampungkan 13 Proyek Pembangkit EBT Berkapasitas 700 MW

Peserta juga akan mengikuti Aksi Pembelajaran & Kompetisi ASRI melalui pembelajaran asynchronous dan sesi mentoring yang mendorong peserta mengubah pengetahuan menjadi kesadaran serta aksi nyata.

Tahapan berikutnya, Kompetisi ASRI yang merupakan implementasi proyek keberlanjutan guru dan siswa akan berkolaborasi menciptakan solusi berbasis STEM untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan maupun sosial di sekitar mereka melalui inovasi kreatif.

Sebagai penutup rangkaian program, ASRI Awards akan menjadi ajang apresiasi terhadap proyek keberlanjutan paling inspiratif yang dihasilkan oleh sekolah, guru, dan siswa peserta program.

Program ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global (SDGs) dan mendukung visi nasional Indonesia melalui Asta Cita dalam menciptakan generasi muda yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada keberlanjutan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ASRI 2026, masyarakat dapat mengikuti kanal informasi resmi Yayasan Berkat Budaya Sejahtera dan Kompas Gramedia melalui Instagram @temanasri.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau