JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan melanda sejumlah wilayah selama sepekan ke depan di tengah kondisi cuaca panas di Indonesia. Pada periode 12-18 Mei 2026, cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.
Hujan intensitas sedang hingga lebat diproyeksikan terjadi di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
"Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi," kata BMKG dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Peringatan PBB: Panas Ekstrem Picu Krisis Pangan Global
BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem disebabkan menguatkan monsun Australia dalam beberapa hari ke depan. Angin membawa massa udara dari Australia yang cenderung lebih kering, menandakan beberapa wilayah mulai berangsur memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Di samping itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih berada pada fase 3 Samudra Hindia. Gelombang kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprediksi aktif di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
"Begitu pula dengan gelombang rossby ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat, gelombang ini diprediksi aktif di wilayah Kalimantan Utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Laut Flores, dan NTT. Keberadaan gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah terkait," jelas BMKG.
Intensitas ex-siklon tropis Hagupit juga diperkirakan menurun, lalu bergerak ke arah barat sampai barat laut menjauhi Indonesia. Sistem ini disebut mendorong terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di perairan utara Maluku Utara hingga utara Papua yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Baca juga: BMKG Prediksi Jakarta Masuk Musim Kemarau Akhir Mei 2026
Adapun dalam beberapa hari terakhir, BMKG turut mencatat cuaca panas dengan suhu mencapai 35 derjajat celsius hingga 36,5 derajat celsius di Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, serta Kalimantan Tengah.
Pada periode yang sama, hujan lebat melanda Sulawesi Tenggara, Papua Tengah, Riau, Kalimantan Barat, maluku, Maluku Utara, Sumatera Utara, dan Aceh.
Karenanya, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
"Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," tutur BMKG.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya