JAKARTA KOMPAS.com - Lestari Kompas Gramedia berkolaborasi dengan Pertamina melalui program edukasi energi dalam Akademi Sekolah Lestari (ASRI).
Pembukaan program tersebut berlangsung dalam acara peresmian bertajuk 'Tumbuh Lestari, Bijak Berenergi' yang diselenggarakan di SMAN 40 Jakarta, Jakarta Utara, pada Senin (11/5/2026).
Ini menjadi langkah ASRI dalam mendorong keterlibatan aktif generasi muda terhadap isu keberlanjutan melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berbasis aksi nyata di lingkungan sekolah.
Baca juga: Warga Eropa Bayar Listrik 25 Persen Lebih Murah Berkat Pembangkit EBT
Sebagai bagian dari ekosistem keberlanjutan, Pertamina dan ASRI membangun sebuah misi bersama yang didedikasikan untuk mengubah keberlanjutan dari sekadar konsep, menjadi gerakan kolektif dari generasi muda.
Inisiatif ini menghadirkan ekosistem pembelajaran holistik, tempat visi kemandirian energi bertemu dengan literasi lingkungan dan penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tahun 2026, ASRI akan menyasar Sekolah Energi Berdikari (SEB) binaan Pertamina di Kabupaten Cilacap, Kota Semarang, dan Kota Palembang, melalui rangkaian program pembelajaran dan implementasi proyek keberlanjutan di sekolah.
ASRI 2026 memiliki tiga fokus utama pembelajaran, yaitu Transisi Energi (Energy Transition), Pekerjaan Hijau (Green Jobs), dan Komunikasi Berkelanjutan (Sustainability Communication). Ketiga topik ini dirancang untuk membekali siswa dan guru dengan pemahaman kontekstual mengenai tantangan dan peluang keberlanjutan di masa depan.
Pada topik Transisi Energi, peserta akan mengeksplorasi transformasi energi Indonesia, strategi pertumbuhan hijau Pertamina, serta keseimbangan antara bisnis legacy dan bisnis hijau.
“Transisi energi ini merupakan pondasi yang penting untuk teman-teman para siswa SMA agar lebih lestari di masa depan. penggunaan energi terbarukan sangat mendorong kita untuk bisa save the planet dan hidup lebih baik lagi dan adik adik siswa SMA ini adalah penentu untuk masa depan energi kita” ujar VP CSR SMEPP PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto pada sesi talkshow dalam acara peresmian.
Sementara itu, pada topik Green Jobs, peserta diajak mengenal pemetaan keterampilan, peluang karier di sektor energi, dan industri hijau lintas bidang.
Baca juga: Prabowo: Krisis Global Buka Peluang Percepat Pengembangan EBT Nasional
Editor National Geographic Indonesia, Ade Sulaeman mengatakan, green jobs dibutuhkan karena bumi saat ini sudah sangat krisis. Pekerjaan sudah sepatutnya tidak hanya sekadar meraup cuan, melainkan pula harus memiliki dampak terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Untuk itu, green jobs bukan hanya sekedar tentang pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan atau perubahan iklim, tetapi lebih luas dari itu, yaitu sesuatu yang bisa berdampak baik pada keberlanjutan bumi kita," tutur Ade.
Selain itu, ada topik Sustainability Communication yang akan membangun kesadaran kritis peserta terhadap isu greenwashing, kemampuan fact-checking, dan cara menavigasi informasi post-truth dalam komunikasi keberlanjutan.
Menurut Vice President Sustainability of KG Media, Wisnu Nugroho, komunikasi berkelanjutan berbicara mengenai bagaimana pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat didengar oleh lebih banyak orang. Pintu masuk untuk menyebarkan pesan keberlanjutan bisa dimulai dari mana saja.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya