JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa hujan masih akan melanda beberapa wilayah di Indonesia di masa peralihan musim. Berdasarkan pantauan, hal ini dipicu monsun Asutralia yang melemah seiring meningkatnya aktivitas madden-julian oscillation (MJO).
"Kondisi ini membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembap dari perairan barat Sumatera, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan dapat kembali meningkat," ujar BMKG dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Selama sepekan ke depan, dinamika atmosfer masih dipengaruhi oleh beberapa fenomena gelombang tropis. BMKG menjelaskan, gelombang kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Baca juga: Satu Awan Radioaktif Sebabkan Mayoritas Dampak Kontaminasi Saat Bencana Nuklir Fukushima
Sedangkan gelombang rossby ekuatorial yang bergerak ke arah barat diproyeksikan aktif di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
Sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi. Keberadaan sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sekitar pusat sirkulasinya.
"Kombinasi antara pelemahan monsun, peningkatan suplai uap air, aktivitas gelombang tropis, dan pola belokan serta perlambatan angin tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang terdampak," jelas laporan BMKG.
BMKG memperkirakan, cuaca di Indonesia pada 15-17 Mei 2026 didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.
Masyarakat perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, serta Papua Barat.
Baca juga: The Silent Deep: Ketidaktahuan Kita tentang Laut adalah Bencana yang Sebenarnya
Sementara, cuaca pada 18-21 Mei 2026 diprediksi didominasi hujan ringan hingga sedang. Daerah yang perlu waspada antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Kemudian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.
Adapun saat ini beberapa wilayah telah memasuki musim kemarau. Oleh karenanya, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh. Terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi ataupun kelelahan.
"Selain itu, dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tutur BMKG.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya