Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim

Kompas.com, 15 Mei 2026, 20:29 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa hujan masih akan melanda beberapa wilayah di Indonesia di masa peralihan musim. Berdasarkan pantauan, hal ini dipicu monsun Asutralia yang melemah seiring meningkatnya aktivitas madden-julian oscillation (MJO).

"Kondisi ini membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembap dari perairan barat Sumatera, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan dapat kembali meningkat," ujar BMKG dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Selama sepekan ke depan, dinamika atmosfer masih dipengaruhi oleh beberapa fenomena gelombang tropis. BMKG menjelaskan, gelombang kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Baca juga: Satu Awan Radioaktif Sebabkan Mayoritas Dampak Kontaminasi Saat Bencana Nuklir Fukushima

 Sedangkan gelombang rossby ekuatorial yang bergerak ke arah barat diproyeksikan aktif di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya.

Pertumbuhan Awan Hujan

Sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi. Keberadaan sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di sekitar pusat sirkulasinya.

"Kombinasi antara pelemahan monsun, peningkatan suplai uap air, aktivitas gelombang tropis, dan pola belokan serta perlambatan angin tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang terdampak," jelas laporan BMKG.

BMKG memperkirakan, cuaca di Indonesia pada 15-17 Mei 2026 didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.

Masyarakat perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, serta Papua Barat.

Baca juga: The Silent Deep: Ketidaktahuan Kita tentang Laut adalah Bencana yang Sebenarnya

Sementara, cuaca pada 18-21 Mei 2026 diprediksi didominasi hujan ringan hingga sedang. Daerah yang perlu waspada antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Kemudian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

Masuki Musim Kemarau

Adapun saat ini beberapa wilayah telah memasuki musim kemarau. Oleh karenanya, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh. Terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi ataupun kelelahan.

"Selain itu, dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tutur BMKG.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau