Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BNPB: Banjir hingga Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia

Kompas.com, 15 Mei 2026, 14:45 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memgungkapkan 11 kejadian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Rabu (13/5/2026) hingga Kamis (14/5/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memerinci banjir terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang berdampak pada 275 kepala keluarga (KK) atau 252 jiwa. Delain itu, 122 unit rumah terkena imbasnya.

"Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut, namun terdapat wilayah yang masih sulit diakses akibat jembatan putus," ujar Abdul dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Wilayah ini juga sempat terdampak banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada November 2025 lalu. Abdul menyebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar masih berada pada masa transisi darurat ke pemulihan pasca banjir dan longsor hingga 31 Juli 2026 nanti.

Baca juga: Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus

BNPB melaporkan banjir terjadi Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara pada 8 Meu 2026, yang berdampak pada 282 KK dan 276 unit rumah. Abdul menyebut, dua rumah rusak ringan dengan empat lainnya rusak sedang. Pemda menetapkan status tanggap darurat sejak Jumat (8/5/2025) hingga Jumat (22/05). Saat ini kondisi banjir dilaporkan telah surut.

Banjir di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) berdampak kepada 595 KK atau 2.062 jiwa, serta 587 unit rumah terendam. Pemda Kolaka menetapkan status tanggap darurat hingga Selasa (26/5/2026). Kondisi terkini menunjukkan genangan telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan rumah terdampak.

"Selain pemantauan kejadian bencana, BNPB juga terus memantau aktivitas gunung api berdasarkan laporan PVMBG. Hingga Rabu, tercatat tiga gunung api berada pada status Level III (Siaga), yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur," beber dia.

Kekeringan di Jawa

Sementara itu, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dilanda kekeringan dengan 89 KK menjadi korban. Sebagai upaya penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mendistribusikan air bersih kepada masyarakat menggunakan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

"Di Provinsi Jawa Tengah, gerakan tanah di Kabupaten Cilacap yang terjadi sejak Selasa berdampak pada 11 KK terdampak dan empat KK mengungsi. Selain itu, tercatat tiga rumah rusak ringan, tujuh rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat," jelas Abdul.

Baca juga: EL Nino dan IOD Tingkatkan Risiko Konflik Bersenjata

Penanganan masih terus dilakukan, namun akses jalan yang amblas belum dapat dilalui kendaraan. Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat hingga Sabtu (30/5/2026).

Di sisi lain, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua, serta Nusa Tenggara Barat.

"BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, gerakan tanah, cuaca ekstrem hingga kekeringan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia," tutur Abdul.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD dan BMKG, serta segera melakukan langkah antisipasi dan evakuasi apabila terjadi peningkatan ancaman bahaya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau