Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

PLN Resmikan SPKLU Center Tanjung Priok, Perluas Infrastruktur Kendaraan Listrik

Kompas.com, 21 Mei 2026, 19:05 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center kelima di Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), Rabu (20/5/2026).

Kehadiran SPKLU tersebut semakin memperluas jaringan pengisian daya kendaraan listrik yang kini telah mencapai 5.000 unit di seluruh Indonesia.

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan, pembangunan infrastruktur SPKLU secara masif merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kendaraan listrik yang andal dan nyaman bagi masyarakat.

Langkah tersebut, kata dia, juga mendukung arahan pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan elektrifikasi di berbagai sektor.

“Dengan beroperasinya 5.000 SPKLU yang tersebar di 3.162 titik lokasi di seluruh Indonesia, pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan," ujar Adi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: SPKLU Center di Tanjung Priok Diresmikan, Punya Fast Charging 200 kW

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan layanan pengisian daya berjalan lancar.

Hal itu terlihat dari rata-rata antrean di SPKLU yang hanya mencapai 1,3 kendaraan per konektor per hari secara nasional.

Berdasarkan data transaksi PLN hingga April 2026, sekitar 66 persen pengisian daya kendaraan listrik dilakukan di rumah melalui layanan home charging services (HCS).

Sementara 34 persen lainnya menggunakan SPKLU untuk perjalanan jarak jauh dan kebutuhan pengisian daya cepat.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya Moch Andy Adchaminoerdin mengatakan, ketersediaan SPKLU di Jakarta dan sekitarnya terus bertambah untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan listrik di ibu kota.

Baca juga: Pemerintah Klaim Populasi SPKLU Tembus 4.892 Unit

“Dengan hadirnya SPKLU Center kelima di Jakarta, kami ingin memastikan masyarakat tidak perlu ragu untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas sehari-hari,” tegasnya.

SPKLU Center Tanjung Priok melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya telah beroperasi di Bulungan, Menteng, Rest Area Cibubur KM 10,6 Tol Jagorawi, dan Sakura Garden City Jakarta Timur.

Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 724 unit SPKLU di 405 lokasi di DKI Jakarta.

Andy menambahkan, SPKLU Center Tanjung Priok dilengkapi delapan unit ultra fast charging (UFC) serta satu unit medium charging.

Baca juga: Mobil Listrik dan SPKLU: Ketika Pasar Tumbuh, Infrastruktur Mengikuti

Selain itu, tersedia pula dukungan bagi kendaraan roda dua berupa dua unit SPKLU roda dua dan dua unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Untuk memudahkan pengguna, PLN menghadirkan layanan Electric Vehicle Digital Services (EVDS) melalui aplikasi PLN Mobile.

Layanan tersebut memungkinkan pengguna menemukan lokasi SPKLU terdekat, merencanakan rute perjalanan, serta memantau antrean pengisian daya secara real time.

“Dengan dukungan infrastruktur yang semakin luas dan layanan digital yang terintegrasi, PLN optimistis kendaraan listrik akan semakin banyak digunakan dan menjadi bagian dari green lifestyle masyarakat,” tutur Andy.

Baca juga: IEA: Penjualan Kendaraan Listrik Pecah Rekor di Hampir 100 Negara

Dukung transisi energi bersih

Wakil Wali (Wawali) Kota Administrasi Jakut Fredy Setiawan menyambut baik hadirnya SPKLU Center Tanjung Priok. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat mendukung transisi energi bersih melalui percepatan elektrifikasi sektor transportasi.

"Beroperasinya SPKLU center yang ada di Tanjung Priok ini bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat, khususnya di Jakut, untuk mulai beralih dari tenaga fosil ke tenaga listrik karena lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan," kata Fredy.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah (pemda) dan PLN untuk memperluas edukasi serta memperkuat ekosistem kendaraan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi masa depan.

Baca juga: Prabowo Kembali Tegaskan Proyek Konversi Kendaraan Listrik

“Nanti, kami undang PLN untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat. SPKLU ini juga menjadi sarana edukasi, nanti ke depan akan kami sosialisasikan ke tiap kecamatan dan kelurahan,” ungkap Fredy.

Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap adopsi kendaraan listrik di Jakarta Utara dapat terus meningkat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau