Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta

Kompas.com, 16 Mei 2026, 12:04 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Konten kreator mukbang asal Korea Selatan (Korsel), Park Jung-won atau Tzuyang mendukung ketahanan kawasan pesisir Jakarta dengan menyalurkan donasi Rp 600 juta secara simbolis untuk program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods (MARVEL).

Ia menyumbang donasi tersebut dalam bentuk uang dan pakaian bermerek Gardens yang dibagikan kepada 799 anak dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) di Jakarta Utara.

Ia berharap donasinya dapat berkontribusi dalam menyelematkan masa depan anak-anak dengan membantu ketahanan kawasan pesisir yang rentan terdampak bencana iklim.

Baca juga: Beratnya Penanaman Bibit Mangrove di Pesisir Jakarta akibat Sampah Plastik

Ia juga berharap donasinya untuk program MARVEL bisa membantu menjaga kelangsungan hidup masyarakat pesisir.

”Dengan segala beragam kebudayaan dan potensi perkembangan, juga memiliki tantangan nyata yang masyarakat setempat alami. Untuk itu, saya juga ingin berkontribusi langsung kepada Indonesia, agar anak-anak Indonesia bisa memiliki ruang bertumbuh dan bermain yang mendukung perkembangannya hari ini dan di masa depan melalui program MARVEL ini," ujar Tzuyang dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Isu pesisir

WVI menjalankan program MARVEL dalam rangka merehabilitasi mangrove untuk memperkuat perlindungan pesisir dari abrasi, gelombang pasang, dan dampak krisis iklim. Isu perlindungan anak di kawasan pesisir memang tidak dapat dilepaskan dari perlindungan dampak krisis iklim dan kerusakan lingkungan.

Krisis iklim dan kerusakan lingkungan akan memengaruhi kesehatan, rasa aman, dan kualitas tumbuh kembang anak. Ketika banjir rob terjadi berulang dan ekosistem pesisir melemah, anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak secara fisik maupun psikososial.

"Untuk itu, kontribusi Tzuyang pada program MARVEL akan sangat membantu kami untuk memastikan upaya adaptasi dan pemulihan lingkungan berjalan secara berkelanjutan guna memenuhi hak dasar anak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman," tutur Resource Development & Communication Director WVI, Asteria Aritonang.

Kolaborasi antara WVI dan Tzuyang yang difasilitasi oleh World Vision Korea bertujuan untuk membangun kesadaran pelestarian lingkungan pesisir.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, Wahana Visi Indonesia Rehabilitasi Mangrove

Selain itu, kolaborasi antara WVI dan Tzuyang juga bertujuan mengundang partisipasi masyarakat untuk menjadi bagian dari strategi membangun ketahanan lingkungan sekaligus memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh secara optimal di tengah tantangan krisis iklim.

Diketahui, program MARVEL akan berlangsung selama periode tahun 2025-2030 sebagai respons atas gentingnya kondisi lingkungan masyarakat pesisir yang memiliki berbagai potensi ancaman langsung, seperti ancaman lingkungan, mata pencaharian, dan bencana alam.

Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional 2024, jumlah hutan mangrove di pulau Jawa hanya berkontribusi sekitar 1,8 persen dari total keseluruhan di Indonesia. Padahal, terdapat lebih dari 1.400 desa berada di lingkungan pesisir pulau Jawa mrujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
Kreator Konten Mukbang Korsel Sumbang Rp 600 Juta untuk Rehabilitasi Mangrove di Jakarta
LSM/Figur
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Perangi Mikroplastik, Taiwan Perketat Pengawasan Darat hingga Laut
Pemerintah
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
Indonesia Dinilai Terlambat Beralih ke Energi Terbarukan
LSM/Figur
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Waspada, Hujan Masih Mengintai Indonesia di Masa Peralihan Musim
Pemerintah
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI
Swasta
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
Rumitnya Pemulung Urus Administrasi demi Akses Layanan Dasar
LSM/Figur
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Percepatan Penggunaan Avtur Berkelanjutan di Eropa Berisiko Bebani Industri
Pemerintah
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Permintaan Pasir Dunia Naik Drastis, PBB Peringatkan Dampak Lingkungan
Pemerintah
WBA: Lembaga Keuangan Belum Maksimal Dukung Transisi Hijau
WBA: Lembaga Keuangan Belum Maksimal Dukung Transisi Hijau
Pemerintah
BNPB: Banjir hingga Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia
BNPB: Banjir hingga Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia
Pemerintah
Menhut Serukan Penyelamatan Hutan di Tengah Kondisi Geopolitik Global
Menhut Serukan Penyelamatan Hutan di Tengah Kondisi Geopolitik Global
Pemerintah
Studi Ingatkan Bahaya Panas Ekstrem di Piala Dunia 2026
Studi Ingatkan Bahaya Panas Ekstrem di Piala Dunia 2026
Pemerintah
Pemanasan Global Percepat Pencairan Es di Papua, Gletser Tropis Terakhir Asia akan Punah
Pemanasan Global Percepat Pencairan Es di Papua, Gletser Tropis Terakhir Asia akan Punah
LSM/Figur
Anak Perempuan Kurang Percaya Diri Hadapi Teknologi AI Dibandingkan Laki-Laki
Anak Perempuan Kurang Percaya Diri Hadapi Teknologi AI Dibandingkan Laki-Laki
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau