KOMPAS.com - Inisiatif Target Berbasis Sains (SBTi) baru-baru ini mengumumkan strategi lima tahun barunya.
Pengumuman ini menandai perubahan besar pada fokus organisasi tersebut, yang awalnya hanya membantu perusahaan membuat dan memeriksa target iklim, kini meluas menjadi ikut membantu perusahaan dalam menjalankan atau mewujudkan target-target tersebut secara nyata.
Sebagai informasi SBTi merupakan salah satu organisasi utama yang bertugas memastikan aksi lingkungan perusahaan sejalan dengan tujuan dunia untuk mengatasi perubahan iklim.
Melansir ESG Today, Kamis (21/5/2026) elemen-elemen penting dari strategi baru SBTi untuk tahun 2026–2030 meliputi beralih ke pendekatan pembuatan target yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri.
Baca juga: PwC: 82 Persen Perusahaan Percepat Target Iklim dan Dekarbonisasi Rantai Pasok
Selain itu juga melakukan perubahan haluan menuju pelaksanaan nyata, mengatasi masalah aturan standar iklim dunia yang saat ini masih terpecah-pecah, serta memperluas jangkauan mereka ke sektor industri dan wilayah negara yang menghasilkan banyak emisi kotor.
SBTi didirikan pada tahun 2015 dengan tujuan untuk menjadikan pembuatan target lingkungan berbasis sains sebagai kebiasaan atau standar wajib bagi perusahaan.
Tugas-tugas utama organisasi ini meliputi menentukan dan mengampanyekan cara terbaik untuk mengurangi emisi serta mencapai target bersih-nol emisi yang sesuai dengan ilmu pengetahuan iklim, memberikan bantuan teknis bagi perusahaan yang ingin membuat target berbasis sains, serta menyediakan penilaian dan pemeriksaan mandiri atas target pengurangan emisi milik perusahaan tersebut.
Organisasi ini menerbitkan aturan utama mereka bagi berbagai sektor industri, yaitu Corporate Net-Zero Standard, pada tahun 2021 dan saat ini mereka sedang dalam proses memperbarui aturan tersebut menjadi Versi 2 (Corporate Net-Zero Standard V2).
Sebelumnya SBTi mengungkapkan bahwa jumlah perusahaan yang target iklim berbasis sainsnya telah resmi diperiksa dan disetujui kini telah melonjak hingga lebih dari 10.000 perusahaan.
“Saat ini, lebih dari 13.000 perusahaan telah membuat atau berkomitmen untuk menetapkan target berbasis sains. Pendekatan ini sekarang telah diakui secara luas sebagai standar emas dunia untuk aksi iklim perusahaan yang terpercaya. Strategi baru kami dibangun di atas pondasi tersebut yakni mengubah peran SBTi untuk menjadi mitra bagi perusahaan-perusahaan dalam mewujudkan target mereka secara nyata di lapangan," ungkap David Kennedy, CEO SBTi .
"Di dunia saat ini, di mana risiko transisi energi sudah menjadi pertimbangan utama dalam bisnis, perubahan peran ini sangat penting untuk memberikan dampak nyata bagi perbaikan iklim bumi,” paparnya lagi.
Menurut SBTi, peluncuran strategi baru ini dilakukan setelah menerima masukan dari berbagai perusahaan. Masukan tersebut menunjukkan bahwa mereka membutuhkan panduan yang lebih praktis untuk mengubah rencana iklim menjadi aksi nyata, serta membutuhkan jalur yang lebih jelas dan data yang lebih baik.
Dalam kegiatan pembuatan aturannya, SBTi menyatakan akan mengubah pendekatan umum yang selama ini digunakan menjadi standar yang lebih khusus. Tujuannya adalah agar perusahaan-perusahaan bisa menerapkan cara-cara yang sesuai dengan jenis industri, wilayah tempat mereka beroperasi, serta kondisi kerja mereka masing-masing.
Untuk meningkatkan fokusnya pada pelaksanaan nyata, SBTi mengatakan bahwa layanan mereka akan mengutamakan keterbukaan data serta penilaian menyeluruh terhadap kemajuan dan tantangan yang dihadapi.
Hal ini akan membantu perusahaan untuk melihat perbandingan diri mereka dengan perusahaan saingan, serta mengetahui di bagian mana mereka harus memfokuskan tindakan mereka.
Baca juga: Jerman Diprediksi Gagal Mencapai Target Iklim 2045
Sementara dalam upayanya mengatasi aturan yang terpecah-pecah, strategi baru ini menekankan pada penguatan kerja sama dengan organisasi lain dan pembuat standar lainnya.
Tujuannya adalah untuk mengurangi tumpang-tindih aturan, duplikasi tugas, serta beban yang harus ditanggung oleh perusahaan. Strategi baru ini juga mencakup fokus untuk memperluas jangkauan kerja SBTi demi memaksimalkan dampak, yaitu dengan cara memperbesar jaringan mereka di sektor industri dan wilayah negara yang menghasilkan banyak emisi kotor.
“Strategi ini menandai perubahan haluan SBTi menuju organisasi yang lebih fokus pada tindakan nyata. Kami sedang mengembangkan standar-standar kami agar bisa lebih menggambarkan kenyataan di setiap sektor industri dan wilayah negara, memperbanyak data dan analisis untuk membantu perusahaan membandingkan kemajuan mereka serta mengenali hambatan yang ada, serta memperkuat kerja sama dengan pihak lain untuk menciptakan sistem yang lebih teratur dan menyatu," tambah Kennedy.
Bersamaan dengan itu, SBTi juga turun langsung dan memperkuat pengaruh mereka di wilayah serta industri berat yang selama ini menghasilkan banyak polusi terbesar di bumi demi memberikan dampak maksimal.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya