Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Randi Syafutra
Dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Seorang yang suka menulis

Evaluasi Tata Kelola Air Minum Kemasan

Kompas.com, 27 Mei 2026, 09:50 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

INDUSTRI Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia memiliki peran esensial dalam memenuhi pasokan air bersih bagi masyarakat perkotaan hingga pinggiran kota.

Ketergantungan yang tinggi pada galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) membuka ruang diskusi mengenai standardisasi kelayakan fisik kemasan yang beredar.

Data observasi dari Komunitas Konsumen Indonesia di kawasan Jabodetabek menemukan indikasi bahwa sebagian besar galon AMDK yang didistribusikan telah digunakan lebih dari dua tahun.

Penemuan kemasan dengan kode produksi dari tahun 2012 hingga 2016 di tingkat eceran menunjukkan perlunya peninjauan kembali terhadap sistem pengawasan masa pakai wadah tersebut.

Secara visual, galon yang terus menerus dirotasi dalam waktu lama rentan mengalami penurunan kualitas seperti keburaman permukaan dan goresan fisik.

Tantangan tata kelola ini berakar dari ruang lingkup regulasi yang berlaku saat ini. Standar Nasional Indonesia (SNI) 3553:2015 mengatur kualitas air pada saat pengemasan dan spesifikasi awal produk, tetapi belum memuat klausul yang menetapkan batas maksimal usia pakai fisik untuk kemasan multi-trip.

Baca juga: Membenahi Tata Kelola Komoditas Strategis

Ketiadaan batas umur kedaluwarsa fisik galon memberikan keleluasaan bagi pelaku industri untuk terus memutar kemasan lama di pasar guna mengoptimalkan efisiensi biaya operasional jangka panjang.

Kondisi tersebut menciptakan situasi asimetri informasi di tingkat pengecer dan konsumen. Masyarakat membayar nominal harga penukaran yang konstan tanpa mengetahui pasti riwayat pemakaian, tingkat keausan material, maupun usia aktual galon yang diterima.

Faktor infrastruktur logistik turut berkontribusi pada penurunan kondisi fisik kemasan. Pengiriman menggunakan armada angkutan bak terbuka memaparkan galon pada fluktuasi suhu luar ruang dan radiasi matahari.

Kombinasi antara paparan cuaca selama distribusi jalan raya dan proses pencucian mekanis menggunakan air bersuhu tinggi di pabrik berpotensi menurunkan stabilitas polimer polikarbonat.

Kajian analitis mengenai potensi pelepasan senyawa Bisfenol-A (BPA) memerlukan rujukan data empiris dari lembaga otoritatif.

Laporan pengawasan pasca-edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada periode 2021 hingga 2022, mencatat keberadaan sampel di fasilitas peredaran yang melebihi ambang batas maksimal migrasi BPA sebesar 0,6 bagian per juta. Terdapat pula persentase sampel yang berada pada rentang kehati-hatian.

Sebaliknya, pengujian laboratorium internal sering kali menunjukkan hasil non-deteksi. Perbedaan kesimpulan ini dapat dipahami melalui variabel perlakuan fisik.

Pengujian laboratorium umumnya menggunakan kemasan baru dalam suhu ruang terkontrol, sedangkan produk di lapangan mengalami akumulasi tekanan mekanis dan termal selama bertahun-tahun.

Penurunan stabilitas fisik akibat usia pakai inilah yang menjadi faktor penentu perubahan tingkat migrasi residu bahan kimia penyusun plastik.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Eropa Alami Suhu Panas Ekstrem, Perubahan Iklim Disebut Jadi Pemicunya
Eropa Alami Suhu Panas Ekstrem, Perubahan Iklim Disebut Jadi Pemicunya
Pemerintah
Bumi Makin Hangat, Eropa Bersiap Hadapi Ledakan Kasus Chikungunya
Bumi Makin Hangat, Eropa Bersiap Hadapi Ledakan Kasus Chikungunya
Pemerintah
Industri Kopi dan Olahan Susu Belum Punya Target Atasi Polusi Metana
Industri Kopi dan Olahan Susu Belum Punya Target Atasi Polusi Metana
Pemerintah
Serangan ke Fasilitas Minyak Iran Lepas Polusi Setara Gunung Berapi
Serangan ke Fasilitas Minyak Iran Lepas Polusi Setara Gunung Berapi
LSM/Figur
Krisis Iklim dan Pemotongan Bantuan AS Perparah Lonjakan Kasus Malaria di Afrika
Krisis Iklim dan Pemotongan Bantuan AS Perparah Lonjakan Kasus Malaria di Afrika
Pemerintah
Jangan Asal Buang, Limbah Hewan Kurban Bisa Disulap Jadi Pupuk Kompos
Jangan Asal Buang, Limbah Hewan Kurban Bisa Disulap Jadi Pupuk Kompos
LSM/Figur
Peneliti Denmark Perlihatkan Mulai Hilangnya Es di Puncak Jaya Papua
Peneliti Denmark Perlihatkan Mulai Hilangnya Es di Puncak Jaya Papua
LSM/Figur
Dilema Tempat Sampah yang Terpilah di Fasilitas Publik
Dilema Tempat Sampah yang Terpilah di Fasilitas Publik
LSM/Figur
Meski Ada Gerakan Ramah Lingkungan, Produksi Kakao Tetap Terancam Iklim
Meski Ada Gerakan Ramah Lingkungan, Produksi Kakao Tetap Terancam Iklim
Swasta
Ancaman Krisis Lingkungan, Populasi Dunia Diproyeksi Merosot pada 2064
Ancaman Krisis Lingkungan, Populasi Dunia Diproyeksi Merosot pada 2064
LSM/Figur
Mengulik Sisi Gelap Industri Fashion: Separuh Tekstil Terbuang Sebelum Dijual
Mengulik Sisi Gelap Industri Fashion: Separuh Tekstil Terbuang Sebelum Dijual
Pemerintah
Michelin Hapus Penghargaan Green Star untuk Restoran Ramah Lingkungan
Michelin Hapus Penghargaan Green Star untuk Restoran Ramah Lingkungan
Pemerintah
Pasar Utang Berkelanjutan Global Tembus Rp 124 Kuadriliun
Pasar Utang Berkelanjutan Global Tembus Rp 124 Kuadriliun
Pemerintah
Negara-negara di ASEAN Mulai Terapkan Standar 'Sustainability Report'
Negara-negara di ASEAN Mulai Terapkan Standar "Sustainability Report"
LSM/Figur
Meski Menjanjikan bagi Petani, Ekspor Sawit ke Eropa Masih Dibayangi Isu Deforestasi
Meski Menjanjikan bagi Petani, Ekspor Sawit ke Eropa Masih Dibayangi Isu Deforestasi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau