Misalnya, pada 2025, tidak ada jeda antara musim hujan panjang dan pendek selama hampir delapan bulan, yang memicu genangan air sebagai kondisi ideal untuk perkembangbiakan nyamuk.
Musim hujan yang lebih panjang berarti musim malaria yang lebih panjang. Yang lebih mengkhawatirkan, malaria menyebar ke beberapa bagian Kenya utara yang secara historis hanya mengalami wabah musiman.
Hubungan antara malaria dan kerawanan pangan bersifat langsung. Jika seorang petani tidak dapat bekerja selama musim tanam yang kritis, maka keluarganya dapat kehilangan pendapatan dan makanan untuk tahun itu.
Baca juga: Wujudkan Papua Tengah Bebas Malaria, Gubernur Meki: 93 Persen Kasus Malaria Terjadi di Papua
Ketika biaya yang besar dikeluarkan akibat malaria terjadi pada ribuan rumah tangga, tentunya akan berdampak terhadap pendidikan, mata pencaharian, dan ketahanan ekonomi jangka panjang.
“Malaria bukan hanya masalah kesehatan. Ini adalah masalah pembangunan," ucapnya, dilansir dari Food Tank.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya