Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sistem "All Indonesia" Diterapkan di PLBN Entikong, Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perbatasan

Kompas.com, 30 Juli 2026, 19:30 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

Ia menambahkan, integrasi data secara real time juga akan memperkuat koordinasi antarinstansi Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ) sehingga pengambilan keputusan dalam pelayanan maupun pengawasan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain meningkatkan efisiensi birokrasi, sistem ini diharapkan mampu meminimalkan duplikasi administrasi serta meningkatkan akurasi data lalu lintas orang dan barang yang melintasi perbatasan negara.

Digitalisasi pelayanan lintas batas dinilai menjadi kebutuhan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi Indonesia-Malaysia.

Bagi pekerja lintas batas, pelaku usaha, wisatawan, maupun masyarakat yang rutin melakukan perjalanan antarnegara, sistem ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu dan memberikan kepastian layanan melalui proses administrasi yang lebih ringkas.

Di sisi lain, integrasi data antarinstansi memungkinkan potensi pelanggaran, penyelundupan, maupun penyebaran penyakit lintas negara dapat dideteksi lebih cepat. Dengan demikian, percepatan pelayanan berjalan beriringan dengan peningkatan aspek keamanan, perlindungan masyarakat, dan pengawasan di wilayah perbatasan.

PLBN Entikong dipilih sebagai lokasi uji coba perdana karena memiliki kesiapan infrastruktur serta karakteristik pelayanan yang representatif sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.

Selama ini, Entikong menjadi jalur strategis yang menghubungkan aktivitas perdagangan, sosial, dan mobilitas masyarakat kedua negara.

"PLBN Entikong menjadi pilot project penerapan All Indonesia di kawasan perbatasan. Hasil uji coba ini akan menjadi dasar penyempurnaan sistem sebelum diimplementasikan secara bertahap di PLBN lainnya, sehingga standar pelayanan lintas batas di Indonesia dapat semakin seragam dan berkualitas," ujar Budi.

Untuk mendukung implementasi sistem, BNPP telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain Kios-Q Monitor dan petugas pelayanan (stopper).

Sementara itu, pihak Imigrasi juga mengusulkan penambahan fasilitas auto gate guna mendukung pemeriksaan otomatis sehingga proses pelayanan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Menurut Budi, modernisasi infrastruktur digital merupakan bagian dari transformasi pengelolaan perbatasan yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kehadiran sistem yang semakin terintegrasi diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih sederhana, transparan, nyaman, dan setara dengan standar pelayanan internasional.

BNPP menargetkan implementasi penuh sistem All Indonesia di PLBN Entikong pada Oktober 2026. Menjelang penerapan tersebut, BNPP merekomendasikan seluruh instansi CIQ bersama pengelola PLBN mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar proses transisi berjalan optimal.

"Keberhasilan implementasi sistem ini tidak hanya diukur dari kesiapan teknologinya, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya. Ketika proses perlintasan menjadi lebih cepat, transparan, nyaman, dan memberikan kepastian layanan, maka di situlah transformasi pelayanan publik benar-benar terjadi," ungkap Budi.

Hasil evaluasi uji coba di Entikong selanjutnya akan menjadi acuan penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara bertahap di seluruh PLBN Terpadu di Indonesia.

BNPP berharap integrasi layanan tersebut menjadi fondasi baru tata kelola perbatasan yang semakin modern, memperkuat sinergi antarinstansi, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan tata kelola yang semakin terintegrasi, kawasan perbatasan diharapkan tidak lagi dipandang semata sebagai titik pemeriksaan negara, tetapi juga sebagai wajah pelayanan publik Indonesia yang mampu mendukung konektivitas, aktivitas ekonomi, serta daya saing nasional.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Akselerasi Hijau, Dompet Dhuafa Luncurkan Kebun Pangan Madaya di PTGL Sukabumi
Dorong Akselerasi Hijau, Dompet Dhuafa Luncurkan Kebun Pangan Madaya di PTGL Sukabumi
LSM/Figur
Mayoritas Negara Gagal Pangkas Subsidi yang Merusak Alam
Mayoritas Negara Gagal Pangkas Subsidi yang Merusak Alam
Pemerintah
Inisiatif Bioenergy Lestari Diakui Dunia, Pertamina Raih Outstanding SDG Innovator 2026
Inisiatif Bioenergy Lestari Diakui Dunia, Pertamina Raih Outstanding SDG Innovator 2026
BUMN
Deloitte Ungkap Mayoritas Dewan Direksi Belum Punya Aturan Penggunaan AI
Deloitte Ungkap Mayoritas Dewan Direksi Belum Punya Aturan Penggunaan AI
Pemerintah
Sistem 'All Indonesia' Diterapkan di PLBN Entikong, Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perbatasan
Sistem "All Indonesia" Diterapkan di PLBN Entikong, Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perbatasan
Pemerintah
ESI: Indonesia Tak Lagi Punya Pilihan Selain Percepat Transisi Energi
ESI: Indonesia Tak Lagi Punya Pilihan Selain Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular hingga Hilirisasi di Cilegon
PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular hingga Hilirisasi di Cilegon
BUMN
Perkuat Ekonomi Inklusif Papua, 1.700 Rumah Tangga Dapat Pendampingan Literasi Keuangan
Perkuat Ekonomi Inklusif Papua, 1.700 Rumah Tangga Dapat Pendampingan Literasi Keuangan
Pemerintah
FPCI Desak Indonesia Percepat Target Net Zero Emission Jadi 2050
FPCI Desak Indonesia Percepat Target Net Zero Emission Jadi 2050
LSM/Figur
Peneliti Petakan Titik Rawan Kekeringan Global, Mana Saja yang Berisiko?
Peneliti Petakan Titik Rawan Kekeringan Global, Mana Saja yang Berisiko?
LSM/Figur
Kerentanan Sumber Daya Air Musim Kemarau 2026
Kerentanan Sumber Daya Air Musim Kemarau 2026
Pemerintah
Pertamina Perkuat Pemulihan Ekonomi dan Ketangguhan Masyarakat Pascabencana Sumatera
Pertamina Perkuat Pemulihan Ekonomi dan Ketangguhan Masyarakat Pascabencana Sumatera
BrandzView
Daur Ulang Fasilitas Produksi Energi Fosil Bisa Tekan Biaya Kerusakan Alam
Daur Ulang Fasilitas Produksi Energi Fosil Bisa Tekan Biaya Kerusakan Alam
LSM/Figur
'Me Time' Ramah Lingkungan, Kini Ada Alat yang Ukur Emisi Khusus Spa
"Me Time" Ramah Lingkungan, Kini Ada Alat yang Ukur Emisi Khusus Spa
Pemerintah
Saatnya Manfaat Hilirisasi Nikel di Morowali Dibagi Lebih Adil bagi Daerah
Saatnya Manfaat Hilirisasi Nikel di Morowali Dibagi Lebih Adil bagi Daerah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau