Penulis
"Program 500 skrining gratis meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pemeriksaan dini kanker mulai dari rujukan rumah sakit tipe C kepada kami yang akan ditangani para dokter ahli onkologi di SWICC," ujar dr. Yadi.
"Kami berharap semakin banyak pasien datang pada stadium awal sehingga peluang kesembuhannya menjadi jauh lebih besar," lanjutnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, SWICC meluncurkan program 500 skrining kanker gratis bagi masyarakat. Program ini mencakup pemeriksaan kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat.
Program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sebelum muncul gejala sekaligus mempercepat proses rujukan pasien yang membutuhkan penanganan oleh dokter spesialis onkologi.
Presiden Director Sentra Medika Hospital Group drg. Eddy Suharso mengatakan tantangan penanganan kanker saat ini bukan hanya meningkatkan kualitas terapi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pemeriksaan dini dan layanan rujukan yang cepat.
"Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar pula peluang keberhasilan pengobatan," ujarnya.
BOSS 2026 juga menjadi forum pertukaran ilmu bagi para tenaga kesehatan dengan lebih dari 30 dokter spesialis onkologi dari berbagai daerah hadir membahas perkembangan terbaru dalam penanganan kanker payudara, paru, serviks, kolorektal, leukemia, hingga berbagai inovasi terapi berbasis bukti ilmiah.
Di antara pembicara yang hadir adalah dr. M. Yadi Permana, dr. Andhika Rachman, dr. Angela Giselvania, dr. Venita, Prof. dr. Linda , serta dr. Trinugroho Heri Fadjari.
Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani, mengatakan forum ilmiah ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kanker di Indonesia.
"Kami ingin memastikan penanganan kanker di Indonesia semakin terstandarisasi dan berbasis perkembangan ilmu terbaru. Namun yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa deteksi dini merupakan langkah pertama untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien," ujarnya.
Baca juga: Soal Kebijakan Akreditasi RS, Menkes: Seluruh Dunia Pakai Indikator Outcome
Selain program skrining gratis, SWICC juga menggelar kampanye edukasi bertajuk "Stronger in Awareness, Together in Detection" melalui seminar kesehatan dan webinar nasional guna meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan masyarakat, deteksi dini diharapkan menjadi budaya baru dalam penanganan kanker di Indonesia. Semakin banyak kasus ditemukan pada stadium awal, semakin besar peluang kesembuhan pasien, sekaligus semakin ringan beban pembiayaan kesehatan nasional.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya