Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Sustainability 2026, Perusahaan Fokus pada Regulasi dan Kepatuhan

Kompas.com, 3 Agustus 2026, 21:23 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com-Kepatuhan terhadap aturan dan pembuatan laporan kini menjadi fokus utama tim keberlanjutan, meskipun anggaran mereka dipotong dan jumlah karyawan dikurangi. Hal ini terungkap dari survei terhadap 124 profesional keberlanjutan yang dirilis bulan lalu.

Hasil survei yang dikumpulkan oleh perusahaan konsultan GlobeScan dan organisasi nirlaba Business for Social Responsibility menunjukkan bahwa masalah kepatuhan aturan menyedot sumber daya yang sangat besar, mengalahkan prioritas lain yang sebenarnya bisa memberikan dampak dan nilai bisnis yang lebih strategis.

Melansir ESG Dive, Jumat (31/7/2026) laporan ini mencakup jawaban dari para profesional keberlanjutan di posisi senior yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar dengan pendapatan minimal 1 miliar Dolar AS.

Hampir separuh responden (48 persen) berbasis di Amerika Utara, 39 persen di Eropa, dan sisanya tersebar di seluruh dunia.

Baca juga: Regulasi Keberlanjutan Akan Makin Ketat, Ini Sektor Ekonomi Berisiko dan Paling Progresif

Prioritas pada kepatuhan aturan

Sebanyak 61 persen responden menyebut kepatuhan aturan sebagai prioritas yang sangat penting, disusul penetapan target iklim di posisi kedua (51 persen). Sementara itu, topik lain seperti keterlibatan rantai pasokan, perencanaan transisi iklim, hak asasi manusia, dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab berada di urutan bawah.

Syarat regulasi atau aturan pemerintah kini menjadi pendorong utama dari upaya keberlanjutan perusahaan. Sebanyak 76 persen responden menyebut aturan sebagai alasan utama mereka, melonjak drastis dari yang sebelumnya hanya 31 persen pada survei tahun 2016. Ini menunjukkan bahwa pengaruh aturan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu dekade.

Permintaan dari konsumen atau pelanggan juga menjadi pemicu penting upaya keberlanjutan perusahaan. Sebaliknya, peluang pertumbuhan pasar kini kurang menjadi pendorong, turun dari 47 persen di tahun 2016 menjadi 35 persen tahun ini.

Tim sustainability juga merasa lebih siap menangani urusan kepatuhan aturan, pembuatan laporan, dan target iklim dibanding isu lainnya, seperti pengawasan rantai pasokan dan perencanaan transisi iklim.

Namun, Direktur GlobeScan, James Morris mengungkapkan daripada hanya fokus pada urusan laporan, tim sustainability seharusnya mengambil langkah mundur dan mencoba memahami apa manfaat nyata yang sebenarnya mereka hasilkan bagi perusahaan.

Kerja sama antar-divisi

Laporan juga mencatat mengenai kerja sama antara tim keberlanjutan dengan tim keuangan, hukum, dan IT semakin erat dalam satu dekade terakhir. Hal ini memperlihatkan betapa besarnya fokus perusahaan pada urusan laporan dan kepatuhan aturan.

Baca juga: GRI: Laporan Keberlanjutan Perusahaan di Indonesia Mulai Adopsi Isu Iklim

Akan tetapi laporan tersebut mencatat bahwa kerja sama dengan divisi lain justru menurun kecuali dengan divisi hubungan investor dan dewan direksi yang tingkat keterlibatannya tetap sama.

Penurunan kerja sama paling besar terjadi di ruang kerja CEO. Hanya 36 persen responden tahun ini yang menyatakan bahwa CEO mereka sangat terlibat, turun tajam dari 55 persen pada tahun 2016. Begitu pula dengan posisi isu sustainability di mata CEO yang merosot drastis dibanding sepuluh tahun lalu.

Pada tahun 2016, sebanyak 23 persen responden menyebut sustainability masuk dalam tiga prioritas utama CEO, namun pada tahun 2026 jumlahnya anjlok menjadi hanya 10 persen.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang antara tim sustainability dan sang CEO. Para responden menyebut mayoritas pimpinan senior menganggap sustainability sekadar alat untuk mengelola risiko dan mematuhi aturan. Sebaliknya, tim sustainability memandangnya sebagai penggerak utama strategi bisnis jangka panjang.

“Menutup jurang perbedaan sudut pandang ini sangat penting untuk mempertahankan dukungan dan investasi dari para pimpinan,” tulis para penulis laporan tersebut.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sistem Kesehatan Asia Pasifik Hadapi Tekanan Ganda dari Perubahan Iklim dan AI
Sistem Kesehatan Asia Pasifik Hadapi Tekanan Ganda dari Perubahan Iklim dan AI
Pemerintah
Emisi NOx Indonesia Naik 50 Persen, Hotspot Polusi Tersebar hingga Kawasan Hilirisasi
Emisi NOx Indonesia Naik 50 Persen, Hotspot Polusi Tersebar hingga Kawasan Hilirisasi
LSM/Figur
Hilirisasi Mineral Dorong Ekonomi ke Daerah, tetapi Manfaatnya Belum Merata
Hilirisasi Mineral Dorong Ekonomi ke Daerah, tetapi Manfaatnya Belum Merata
Pemerintah
Adopsi AI Meningkat, Para CEO Pertimbangkan Pengurangan Tenaga Kerja
Adopsi AI Meningkat, Para CEO Pertimbangkan Pengurangan Tenaga Kerja
LSM/Figur
Studi Ungkap Garam Laut dari Pulau Lombok Terkontaminasi Mikroplastik
Studi Ungkap Garam Laut dari Pulau Lombok Terkontaminasi Mikroplastik
Pemerintah
Populasi Gajah Sumatera Tersisa 900-1.350 Ekor, Kemenhut Susun Strategi Konservasi
Populasi Gajah Sumatera Tersisa 900-1.350 Ekor, Kemenhut Susun Strategi Konservasi
Pemerintah
Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Kebakaran Meluas di TNBTS
Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Kebakaran Meluas di TNBTS
LSM/Figur
Tak Sekadar Bantu Ekonomi, TJSL PLN Dorong Nelayan Jaga Laut dan Buka Lapangan Kerja
Tak Sekadar Bantu Ekonomi, TJSL PLN Dorong Nelayan Jaga Laut dan Buka Lapangan Kerja
BUMN
Jejak 18 Tahun, Ketika Kebiasaan Sehat Menjadi Warisan bagi Generasi Indonesia
Jejak 18 Tahun, Ketika Kebiasaan Sehat Menjadi Warisan bagi Generasi Indonesia
Swasta
CKG Ungkap 1 dari 3 Pelajar di Indonesia Alami Anemia, Remaja Putra Juga Tinggi
CKG Ungkap 1 dari 3 Pelajar di Indonesia Alami Anemia, Remaja Putra Juga Tinggi
Pemerintah
Microsoft Manfaatkan Teknologi Bioakustik AI untuk Konservasi Paus
Microsoft Manfaatkan Teknologi Bioakustik AI untuk Konservasi Paus
Pemerintah
Kemenkes: Gejala Cemas dan Depresi Anak Meningkat Seiring Usia, Tertinggi di Jenjang SMA
Kemenkes: Gejala Cemas dan Depresi Anak Meningkat Seiring Usia, Tertinggi di Jenjang SMA
Pemerintah
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
LSM/Figur
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Pemerintah
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau