Pemerintah berperan menyediakan kebijakan dan lingkungan yang mendukung. Dunia usaha dapat mengembangkan produk dan model bisnis yang lebih berkelanjutan, sementara komunitas dan masyarakat berperan mengubah pola konsumsi serta penggunaan barang.
Asisten Perlindungan dan Bantuan Sosial, Deputi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Trukan Sri Bahukeling mengatakan, organisasi sosial dapat menjadi mitra pemerintah dalam memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat.
“Untuk membangun sebuah gerakan yang besar, bahkan menjadi gerakan nasional, dibutuhkan *engagement* yang besar dari berbagai pihak agar program yang dijalankan dapat sejalan dengan agenda pemerintah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Trukan.
Keterlibatan sektor swasta juga dinilai penting karena perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan membutuhkan dukungan dari sisi produk, pembiayaan, hingga model bisnis.
Direktur PT Insight Investments Management (IIM), Ria M. Warganda mengatakan, perusahaan memiliki peran dalam memperkuat ekosistem keberlanjutan sekaligus memperluas dampak berbagai inisiatif sosial.
“Upaya membangun gaya hidup berkelanjutan membutuhkan sinergi yang konsisten antara organisasi sosial, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat,” tutur Ria.
Menurut dia, keberlanjutan perlu diterjemahkan menjadi aksi yang memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar menjadi komitmen perusahaan.
Kemitraan antara PT IIM dan YIIM selama 12 tahun, menurut Ria, merupakan salah satu bentuk kolaborasi untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, gaya hidup berkelanjutan tidak lagi ditempatkan semata-mata sebagai tanggung jawab individu. Perubahan pola konsumsi membutuhkan ekosistem yang membuat pilihan berkelanjutan menjadi lebih mudah, terjangkau, dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya