Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Pilihan yang dilakukan hari ini juga dapat menentukan kualitas lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Perempuan memiliki peran yang sangat luar biasa dalam menjaga lingkungan. Maka dari itu, keputusan yang kita ambil untuk memperbaiki keadaan hari ini dapat membantu menjamin masa depan generasi mendatang,” lanjutnya.
Dedikasi tersebut juga mengantarkan Armawati memperoleh sejumlah pengakuan. Ia pernah menerima penghargaan sebagai “Tokoh Lingkungan Kota Medan” dari Wali Kota Medan serta masuk nominasi Kalpataru Nasional kategori “Perintis Lingkungan” dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Seiring perjalanan waktu, aktivitas Perkumpulan Arta Jaya juga semakin berkembang. Organisasi yang berawal dari edukasi lingkungan dan pendampingan masyarakat tersebut mulai mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, serta bisnis berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Perkumpulan Arta Jaya kini tidak hanya menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Organisasi tersebut juga menyediakan berbagai layanan profesional di bidang pengelolaan sampah.
Layanannya mencakup konsultasi, penelitian, pelatihan, hingga pengembangan infrastruktur persampahan.
Perkembangan tersebut menjadi penting karena keberlanjutan usaha pengelolaan sampah membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian terhadap lingkungan. Pelaku usaha juga perlu memiliki model bisnis yang sehat agar mampu bertahan dan memperbesar dampaknya.
Dengan pengelolaan yang tepat, usaha di sektor persampahan berpotensi menghasilkan manfaat pada sejumlah sisi sekaligus. Lingkungan menjadi lebih terkelola, masyarakat dapat memperoleh peluang ekonomi, sedangkan pertumbuhan usaha dapat mendorong munculnya lapangan pekerjaan hijau.
Hal itu juga memperlihatkan peluang UMKM untuk mengambil peran dalam ekonomi sirkular. Persoalan yang sebelumnya dipandang sebagai beban dapat dikembangkan menjadi solusi dengan nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Dalam mengembangkan model bisnisnya, Perkumpulan Arta Jaya mendapatkan dukungan melalui proyek Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM) dari GIZ Indonesia dan Unilever Indonesia.
Program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis untuk memperkuat peran perusahaan pengelolaan sampah lokal. Salah satu tujuannya adalah membantu penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan bertanggung jawab.
SULE-WM juga diarahkan untuk mengembangkan skala usaha pengelolaan sampah lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja ramah lingkungan melalui inovasi, peningkatan kapasitas, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sebagai salah satu UMKM yang bergerak dalam solusi daur ulang dan pengelolaan sampah, Perkumpulan Arta Jaya mendapatkan dukungan berupa pelatihan, pendampingan selama kurang lebih 21 bulan, serta pendanaan implementasi.
Pendampingan tersebut menyentuh berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari manajemen, negosiasi bisnis, pengembangan kemitraan, pengelolaan usaha, hingga peningkatan kemampuan komunikasi.
Armawati menilai dukungan tersebut membantu dirinya dan tim memperkuat kemampuan sebagai pelaku usaha.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya