Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi

Kompas.com, 12 Agustus 2026, 14:49 WIB
Hotria Mariana,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Pilihan yang dilakukan hari ini juga dapat menentukan kualitas lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Perempuan memiliki peran yang sangat luar biasa dalam menjaga lingkungan. Maka dari itu, keputusan yang kita ambil untuk memperbaiki keadaan hari ini dapat membantu menjamin masa depan generasi mendatang,” lanjutnya.

Dedikasi tersebut juga mengantarkan Armawati memperoleh sejumlah pengakuan. Ia pernah menerima penghargaan sebagai “Tokoh Lingkungan Kota Medan” dari Wali Kota Medan serta masuk nominasi Kalpataru Nasional kategori “Perintis Lingkungan” dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Dari gerakan masyarakat menuju usaha yang berkelanjutan

Seiring perjalanan waktu, aktivitas Perkumpulan Arta Jaya juga semakin berkembang. Organisasi yang berawal dari edukasi lingkungan dan pendampingan masyarakat tersebut mulai mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, serta bisnis berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Perkumpulan Arta Jaya kini tidak hanya menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Organisasi tersebut juga menyediakan berbagai layanan profesional di bidang pengelolaan sampah.

Layanannya mencakup konsultasi, penelitian, pelatihan, hingga pengembangan infrastruktur persampahan.

Perkembangan tersebut menjadi penting karena keberlanjutan usaha pengelolaan sampah membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian terhadap lingkungan. Pelaku usaha juga perlu memiliki model bisnis yang sehat agar mampu bertahan dan memperbesar dampaknya.

Dengan pengelolaan yang tepat, usaha di sektor persampahan berpotensi menghasilkan manfaat pada sejumlah sisi sekaligus. Lingkungan menjadi lebih terkelola, masyarakat dapat memperoleh peluang ekonomi, sedangkan pertumbuhan usaha dapat mendorong munculnya lapangan pekerjaan hijau.

Hal itu juga memperlihatkan peluang UMKM untuk mengambil peran dalam ekonomi sirkular. Persoalan yang sebelumnya dipandang sebagai beban dapat dikembangkan menjadi solusi dengan nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Penguatan kapasitas untuk memperbesar dampak

Dalam mengembangkan model bisnisnya, Perkumpulan Arta Jaya mendapatkan dukungan melalui proyek Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM) dari GIZ Indonesia dan Unilever Indonesia.

Program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis untuk memperkuat peran perusahaan pengelolaan sampah lokal. Salah satu tujuannya adalah membantu penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan bertanggung jawab.

SULE-WM juga diarahkan untuk mengembangkan skala usaha pengelolaan sampah lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja ramah lingkungan melalui inovasi, peningkatan kapasitas, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sebagai salah satu UMKM yang bergerak dalam solusi daur ulang dan pengelolaan sampah, Perkumpulan Arta Jaya mendapatkan dukungan berupa pelatihan, pendampingan selama kurang lebih 21 bulan, serta pendanaan implementasi.

Pendampingan tersebut menyentuh berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari manajemen, negosiasi bisnis, pengembangan kemitraan, pengelolaan usaha, hingga peningkatan kemampuan komunikasi.

Armawati menilai dukungan tersebut membantu dirinya dan tim memperkuat kemampuan sebagai pelaku usaha.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pemerintah
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
AESI Dorong Pemanfaatan PLTS dan Baterai untuk Percepat Transisi Energi di ASEAN
Swasta
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau