“Kami menerima begitu banyak manfaat melalui program SULE-WM. Salah satunya adalah dukungan dari Unilever Indonesia, yang tidak hanya memberikan pendampingan dalam aspek pendanaan, tetapi juga membantu meningkatkan kapasitas kami sebagai wirausaha,” ujar Armawati.
Menurut Armawati, pembekalan dalam berbagai keterampilan bisnis menjadi bekal penting untuk membawa Perkumpulan Arta Jaya berkembang lebih jauh.
“Dukungan yang diberikan berupa pembekalan di berbagai keterampilan penting, seperti manajemen, negosiasi bisnis, pengembangan kemitraan, pengelolaan usaha, hingga peningkatan kemampuan komunikasi. Pendampingan ini membuat kami lebih percaya diri dalam mengembangkan model bisnis bank sampah kami agar semakin mandiri dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Perjalanan Armawati dan Perkumpulan Arta Jaya menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan dengan upaya menjawab persoalan lingkungan.
Melalui inovasi, penguatan kapasitas usaha, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, usaha pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.
Pada momentum Hari UMKM Nasional, kisah tersebut juga menjadi gambaran mengenai luasnya potensi UMKM Indonesia. Pertumbuhan usaha tidak hanya dapat menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi semakin banyak pelaku usaha untuk menghadirkan perubahan yang relevan bagi masyarakat dan lingkungan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya