Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengetahuan Jadi Bekal Petani dan Perajin Pangan untuk Lebih Mandiri

Kompas.com, 15 Agustus 2026, 08:01 WIB
Sri Noviyanti

Editor

Tak sekadar menjual produk pertanian

Gagasan tersebut kemudian diterapkan melalui MAX Indonesia, perusahaan agrikultur yang memproduksi SuperMAX dan MAXIKO.

Baca juga: Petani di Sumsel Kelola Limbah Jerami Jadi Produk Ramah Lingkungan

Produk bukan menjadi titik akhir hubungan dengan petani. Menurut Bryan, petani juga perlu memahami bagaimana produk yang digunakan berkaitan dengan biaya produksi, produktivitas, hasil panen, hingga pendapatan.

Karena itu, MAX membuka ruang sosialisasi dan pendampingan tanpa biaya bagi petani yang membutuhkan bantuan.

Pendampingan dapat mencakup pemahaman mengenai produk, proses pertanian, kebutuhan usaha, hingga diskusi mengenai keputusan yang dapat diambil pelaku usaha.

“Saya ingin orang-orang yang bekerja di agrikultur bukan hanya bisa bertani. Saya ingin mereka juga pintar secara bisnis dan finansial. Mereka harus tahu berapa biaya yang mereka keluarkan, berapa hasil yang mereka dapatkan, bagaimana menghitung keuntungan, dan bagaimana membuat keputusan yang lebih baik,” ujar Bryan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/8/2026).

Pendekatan tersebut menempatkan pengetahuan sebagai salah satu modal bagi petani.

Tujuannya bukan membuat petani semakin bergantung kepada perusahaan, melainkan membantu mereka memiliki kemampuan untuk mengelola usaha dan menentukan keputusan berdasarkan kondisi yang mereka hadapi.

Pendekatan serupa juga diterapkan pada Podo Joyo, bisnis keluarga yang telah berdiri sejak 1981 dan kini berkembang menjadi modern retail serta distributor kacang-kacangan dan berbagai komoditas pangan.

Baca juga: Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik

Jika petani berada di sisi hulu, perajin makanan berada di bagian lain dari rantai pangan.

Badan Pusat Statistik mencatat terdapat 5,28 juta usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia pada 2024. Pada 2023, sektor ini menyerap sekitar 9,80 juta pekerja dengan nilai penjualan mencapai Rp998,37 triliun.

Skala tersebut memperlihatkan besarnya ekosistem pangan di Indonesia sekaligus kebutuhan untuk memperkuat pelaku usaha di dalamnya.

Karena itu, perajin makanan tidak hanya dipandang sebagai pembeli bahan baku. Mereka merupakan bagian dari rantai pangan yang juga membutuhkan pengetahuan dan dukungan untuk mengembangkan usahanya.

Podo Joyo pun membuka ruang sosialisasi dan pendampingan gratis bagi perajin yang membutuhkan bantuan terkait produk maupun kebutuhan usaha.

Baca juga: Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus

Dengan pendekatan tersebut, dukungan tidak berhenti pada akses terhadap produk. Ada upaya untuk memberikan pengetahuan yang dapat digunakan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Ketika bisnis menjadi bagian dari pemberdayaan

Pendekatan berbasis pengetahuan tersebut berjalan bersamaan dengan perkembangan ekosistem MAX dan Podo Joyo.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau