Informasi tersebut sangat penting karena tingkat keampuhan suatu alat bisa berbeda jauh tergantung lokasinya.
Sistem pendeteksi yang dirancang untuk jenis burung tertentu di satu area belum tentu bisa mendeteksi burung jenis lain di tempat yang berbeda. Keterbatasan inilah yang menjelaskan mengapa riset ini menolak gagasan adanya satu solusi yang bisa dipakai untuk semua tempat.
Temuan ini juga bisa membantu pemerintah dan pelaku industri dalam menyusun rencana perlindungan burung dan kelelawar di seluruh dunia.
Pasalnya studi membongkar ketimpangan bukti yang ada dan menunjukkan celah-celah kekurangan yang paling besar. Alih-alih memberikan daftar teknologi yang tinggal dipasang lalu dilupakan, riset ini memberi tahu pihak regulator dan pengelola lokasi mana saja yang masih butuh penelitian lebih lanjut.
Informasi ini sangat penting bagi industri pembangkit listrik angin yang sedang dituntut untuk berkembang cepat, tetapi juga harus memenuhi aturan perlindungan lingkungan yang makin ketat.
Baca juga: UNDP Kucurkan Rp 250 Miliar untuk Lindungi Satwa Liar di Indonesia
Beberapa alat pencegah sudah diuji secara independen, sementara alat lainnya sebagian besar belum terbukti keampuhannya.
Dengan mengetahui perbedaannya, para perencana memiliki acuan yang lebih baik untuk merancang perlindungan yang sesuai dengan lokasi, daripada sekadar menganggap semua teknologi pasti berhasil.
Profesor Lazaro Roque-Albelo, Kepala Responsible Mining and Biodiversity Stewardship di Harry Butler Institute menambahkan proyek ini sebagai contoh kerja sama yang baik antara peneliti dan pihak industri untuk menyelesaikan masalah lingkungan yang tidak akan bisa diselesaikan jika mereka bekerja sendiri-sendiri.
“Riset yang didukung oleh industri dapat menghasilkan bukti ilmiah yang dibutuhkan untuk menentukan kebijakan, undang-undang, panduan, dan pada akhirnya, menciptakan hasil lingkungan yang lebih baik,” katanya.
“Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan ini memperkuat proses perizinan lingkungan dan kepatuhan operasional, yang nantinya membantu para praktisi industri, pembuat aturan, serta konsultan untuk melakukan penilaian dan mengambil keputusan yang lebih tepat,” paparnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya