Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Dunia Kantongi Rp 70,78 Triliun dari Penjualan Obligasi Berkelanjutan

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 18:05 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG News

KOMPAS.com - Bank Dunia telah menerbitkan Obligasi Pembangunan Berkelanjutan senilai 4 miliar dolar AS (sekitar Rp70,78 triliun) yang jatuh tempo pada Agustus 2033.

Melansir ESG News, Kamis (20/8/2026) obligasi ini berhasil menarik minat investor hingga mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS (Rp194,64 triliun). Surat utang acuan berjangka waktu tujuh tahun ini diminati oleh lebih dari 150 pembeli.

Pesanan datang dari divisi keuangan bank, bank sentral, lembaga resmi pemerintah, hingga pengelola dana investasi. Kesepakatan ini memberikan kapasitas dana segar baru bagi Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) dalam menjalankan tugas pembangunan berkelanjutannya. IBRD sendiri memegang peringkat kredit tertinggi, yaitu Aaa/AAA.

Baca juga: Bank Dunia Sebut AI Bisa Dongkrak Produktivitas di Negara Berkembang

“Obligasi Pembangunan Berkelanjutan berjangka 7 tahun ini menunjukkan besarnya kepercayaan investor berkualitas terhadap misi Bank Dunia dan kemampuannya menghimpun dana untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Jorge Familiar, Wakil Presiden sekaligus Bendahara Grup Bank Dunia.

“Kualitas pesanan yang masuk mencerminkan pengakuan investor atas kekuatan keuangan Bank Dunia serta dampak positif dari program-program yang didanai obligasi ini,” tambahnya.

Permintaan investor juga tersebar luas dari berbagai penjuru dunia. Investor dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mendapatkan porsi terbanyak yaitu 42 persen. Wilayah Amerika menyusul dengan 38 persen, sementara Asia mencatatkan 20 persen.

Bagi investor besar, pembelian ini memberikan investasi yang sangat aman sekelas negara, sekaligus menyalurkan modal langsung untuk mendukung kegiatan pembangunan Bank Dunia.

Banyaknya pesanan yang masuk membuat total permintaan melonjak tajam dibanding dana yang ditargetkan. Jumlah pesanan yang masuk bahkan menembus lebih dari 2,5 kali lipat dari target penerbitan obligasi sebesar 4 miliar dolar AS (Rp70,78 triliun).

Obligasi ini sendiri memberikan bunga sebesar 4,50 persen per enam bulan. Harganya ditetapkan dengan selisih yang sangat kecil (3,9 basis poin) di atas Obligasi Pemerintah AS sebagai acuan.

Baca juga: Bank Dunia: 520 Juta Warga Asia Selatan Terancam Panas Ekstrem Mematikan

Bank of America, Morgan Stanley, Nomura, dan TD Securities bertindak sebagai pengelola utama transaksi ini. Obligasi tersebut akan didaftarkan di Bursa Efek Luksemburg.

"Penjualan ini membuktikan kuatnya hubungan Bank Dunia dengan investor global serta besarnya dukungan pasar terhadap misi pembangunan berkelanjutan," ujar Kamini Sumra, Managing Director Bank of America Securities.

Bagi para investor dan pengelola keuangan, transaksi ini menjadi tolok ukur baru untuk melihat tingginya minat pasar terhadap obligasi pembangunan berkelanjutan.

Keterlibatan berbagai lembaga besar dari seluruh dunia ini juga membuktikan peran penting Bank Dunia dalam menyalurkan modal global ke proyek-proyek pembangunan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dampak Ekspansi Panel Surya China, Keanekaragaman Burung Turun
Dampak Ekspansi Panel Surya China, Keanekaragaman Burung Turun
Pemerintah
Dari Limbah Jadi Material Masa Depan, MYCL dan Parongpong Bangun Ekonomi Sirkular
Dari Limbah Jadi Material Masa Depan, MYCL dan Parongpong Bangun Ekonomi Sirkular
Swasta
Biaya Transportasi dan Masalah Ekonomi Hambat Distribusi Pangan Dunia
Biaya Transportasi dan Masalah Ekonomi Hambat Distribusi Pangan Dunia
Pemerintah
Startup MYCL Ubah Limbah Pertanian Jadi Biomaterial Pengganti Plastik
Startup MYCL Ubah Limbah Pertanian Jadi Biomaterial Pengganti Plastik
Swasta
Bank Dunia Kantongi Rp 70,78 Triliun dari Penjualan Obligasi Berkelanjutan
Bank Dunia Kantongi Rp 70,78 Triliun dari Penjualan Obligasi Berkelanjutan
Pemerintah
Cegah Bencana Iklim, Kota-Kota di Dunia Mulai Beralih ke Solusi Berbasis Alam
Cegah Bencana Iklim, Kota-Kota di Dunia Mulai Beralih ke Solusi Berbasis Alam
Pemerintah
Swasembada Energi dan Janji Net Zero Emissions
Swasembada Energi dan Janji Net Zero Emissions
Pemerintah
Atasi Darurat Sampah, Model Kemitraan TPS3R dan Industri Tekan Penumpukan di TPA
Atasi Darurat Sampah, Model Kemitraan TPS3R dan Industri Tekan Penumpukan di TPA
Swasta
Keanekaragaman Hayati Jadi Modal Ekonomi Baru Indonesia
Keanekaragaman Hayati Jadi Modal Ekonomi Baru Indonesia
LSM/Figur
Putus Rantai TBC, Universitas Pakuan Perkuat Deteksi Dini di Bogor
Putus Rantai TBC, Universitas Pakuan Perkuat Deteksi Dini di Bogor
LSM/Figur
Ekspor Monyet Ekor Panjang Dinilai Tak Sejalan dengan Tren Riset Tanpa Hewan
Ekspor Monyet Ekor Panjang Dinilai Tak Sejalan dengan Tren Riset Tanpa Hewan
LSM/Figur
Hanya 2 dari 13 Produsen Batu Bara Indonesia yang Serius Diversifikasi Bisnis
Hanya 2 dari 13 Produsen Batu Bara Indonesia yang Serius Diversifikasi Bisnis
LSM/Figur
Koneksi Politisi Bikin Perusahaan yang Lakukan Greenwashing Lolos Sorotan
Koneksi Politisi Bikin Perusahaan yang Lakukan Greenwashing Lolos Sorotan
Pemerintah
Separuh Anak di Dunia Hadapi Berbagai Ancaman Iklim Secara Bersamaan
Separuh Anak di Dunia Hadapi Berbagai Ancaman Iklim Secara Bersamaan
Pemerintah
Musim Mas Raih Mahayuga Award 2026 sebagai Pelopor Industri Hijau
Musim Mas Raih Mahayuga Award 2026 sebagai Pelopor Industri Hijau
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau