Para peneliti juga menguji apakah efek pelajaran di kelas ini menular ke para orang tua.
Meskipun perbedaan sudut pandang cerita tidak begitu berpengaruh pada orang tua, kepedulian orang tua terhadap lingkungan tetap meningkat setelah anak mereka mengikuti kelas tersebut. Ini menunjukkan adanya proses belajar antar generasi, di mana apa yang dipelajari anak di sekolah ikut memengaruhi sikap keluarga di rumah.
Baca juga: Angka Vaksinasi Naik Tipis, Jutaan Anak Masih Belum Terlindungi
Ke depannya, tim peneliti berencana menguji penelitian ini ke kelompok usia lain, termasuk orang dewasa, serta mengumpulkan lebih banyak bukti tentang bagaimana sudut pandang etika memengaruhi cara belajar. Pada akhirnya, mereka berharap hasil temuan ini dapat memberikan masukan bagi kebijakan lingkungan maupun penyusunan kurikulum sekolah.
Kitsuki menegaskan bahwa hasil penelitian ini bukan berarti sudut pandang yang berfokus pada manusia (antroposentris) lebih baik daripada sudut pandang kelestarian alam (ekosentris).
Walaupun pendekatan manfaat manusia bisa meningkatkan minat jangka pendek murid, memahami nilai alami lingkungan itu sendiri tetap sangat penting untuk menjaga kelestarian jangka panjang dan menciptakan masyarakat yang berkelanjutan. Tantangannya, menurut dia, terletak pada bagaimana para pendidik menyampaikan gagasan-gagasan tersebut.
Khusus untuk pesan yang berfokus pada kelestarian alam, pengalaman langsung seperti kegiatan lapangan dapat membantu murid terhubung dengan alam secara lebih pribadi dan bertahan lama.
"Edukasi lingkungan perlu melihat lebih jauh dari sekadar materi teknis," tutup Kitsuki.
"Etika lingkungan jarang sekali dibahas dalam pelatihan guru, padahal sudut pandang etika yang dipilih pendidik adalah bagian penting dari cara mereka merancang pelajaran. Kami berharap penelitian ini mendorong para pendidik untuk lebih memikirkan pilihan tersebut," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya