Biodiversity credit turut dikembangkan
Selain RPP sumber daya genetik, KLH/BPLH juga tengah mengembangkan konsep biodiversity credit sebagai instrumen untuk memberikan nilai terhadap upaya perlindungan dan pemulihan keanekaragaman hayati.
Erik berharap instrumen tersebut dapat menjadi salah satu fondasi bagi munculnya sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada pelestarian biodiversitas.
Pengembangan nilai ekonomi biodiversitas tersebut, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan penguatan standar keberlanjutan di dunia usaha.
Karena itu, pemerintah juga mendorong penguatan pelaporan keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar International Financial Reporting Standards (IFRS).
Laporan keberlanjutan dinilai penting untuk menunjukkan apakah kegiatan bisnis benar-benar memberikan dampak lingkungan yang positif dan terukur.
"ESG menjadi satu kata kunci, sustainability report menjadi salah satu bukti apakah kita bisa mengembangkan ekonomi hijau itu sendiri. Untuk dunia usaha maka kita katakan compliance is the floor, not the ceiling," ujar Erik.
Ia menegaskan, kepatuhan terhadap peraturan merupakan titik awal bagi dunia usaha. Ke depan, perusahaan diharapkan tidak hanya memenuhi ketentuan minimum, tetapi juga mampu menunjukkan hasil positif terhadap lingkungan secara terukur.
"Jadi ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan merupakan titik awal. Jadi ekonomi masa depan harus bisa mampu menunjukkan ke arah ukuran yang bisa measurable positive environmental outcome ditunjukkan dengan laporan keberlanjutan itu sendiri," tuturnya.
Melalui penyusunan regulasi sumber daya genetik, pengembangan biodiversity credit, serta penguatan standar keberlanjutan, pemerintah ingin menempatkan keanekaragaman hayati bukan sekadar sebagai kekayaan alam yang harus dilindungi, tetapi juga sebagai modal pembangunan ekonomi yang tetap mempertahankan integritas ekologi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya