“Kadar aluminium, yang bisa meracuni tanaman jika jumlahnya terlalu tinggi, berkurang di area yang ramai hewan. Unsur ini punya hubungan erat dengan tingkat keasaman tanah dan kalsium,” kata Ribeiro.
“Keseimbangan antara keduanya sangat dibutuhkan agar tanah menjadi lebih subur,” terangnya lagi.
Profesor Mauro Galetti dari Universitas Negeri São Paulo memimpin proyek ini. Ia menggambarkan hewan pemakan tumbuhan (herbivora) berukuran besar sebagai hewan yang perilakunya bisa membentuk banyak bagian dari hutan.
“Penelitian kami makin memperjelas betapa pentingnya peran herbivora besar di dalam hutan. Hewan-hewan yang justru paling sering jadi sasaran pemburu ini bertindak sebagai perancang ekosistem, memengaruhi segala hal mulai dari jenis tanaman di sekitar hingga kandungan kimia tanah,” ujar Profesor Galetti.
Perancang ekosistem adalah sebutan untuk hewan yang dapat mengubah lingkungan sekitarnya sehingga memengaruhi kelangsungan hidup tanaman dan hewan lain.
Selama 14 tahun, aktivitas seperti menggali, menginjak-injak, mencampur daun gugur dengan tanah, dan membuang kotoran ternyata membawa perubahan yang lebih terlihat dibanding perubahan pada pohon-pohon yang sudah tua.
Kendati demikian faktor musim memberikan pengaruh paling kuat terhadap sebagian besar kondisi tanah dan dedaunan gugur.
Mikroba tanah membantu membusukkan sisa-sisa tanaman mati. Mikroba ini bekerja kurang aktif saat bulan-bulan yang dingin dan kering, sementara curah hujan juga memengaruhi jumlah beberapa nutrisi yang ada di dalam tanah.
Baca juga: Ekspor Monyet Ekor Panjang Dinilai Tak Sejalan dengan Tren Riset Tanpa Hewan
Kondisi tanah berbeda-beda dari satu area ke area lain, bahkan dalam jarak yang sangat dekat.
Perbedaan kemiringan tanah, bebatuan, kelembapan, perakaran, dan organisme mikroskopis di dalam tanah turut menjelaskan perubahan ini.
Lebih lanjut, bahkan di wilayah yang pohon-pohonnya masih berdiri tegak, hilangnya mamalia besar akibat perburuan dan penurunan populasi dapat mengubah cara nutrisi bergerak di dalam hutan.
Kehadiran mamalia memang hanya memengaruhi beberapa bagian dari daun gugur dan tanah. Meski begitu, melindungi mamalia besar tetap membantu menjaga agar fungsi-fungsi penting hutan terus berjalan.
Pengaruh mereka terhadap tanah dan dedaunan gugur menjadi alasan kuat lainnya untuk melestarikan mereka, walaupun faktor lingkungan lain secara umum memberikan dampak yang lebih besar.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya